Metamorfosis
Media membawa sebuah penyajian berita tidak lagi menjadi eksklusif milik
wartawan atau institusi pers. Tepat diujung Metemorfosis Media yang berkembang,
menghasilkan sebuah media baru yang salah satunya berupa internet. Kecanggihan
internet memungkinkan komunikasi yang lebih dinamis, karena kemampuannya
melakukan komunikasi dua arah.
![]() |
| Ilustrasi: http://mung-pujanarko.blogspot.com |
Metamorfosis Media juga menumbuhkembangkan sebuah bentuk
jurnalisme gaya baru. Jurnalisme yang bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa
harus berpendidikan khusus di bidang jurnalistik, yaitu Citizen Journalism (Jurnalisme Warga). Warga bukan lagi menjadi
sekadar objek, melainkan sekaligus menjadi subjek dari proses jurnalisme.
Media dengan berjalannya waktu mengalami sebuah metamorfosis
atau perubahan bentuk secara perlahan namun pasti. Secara
umum yang sering kita dengar, yaitu berawal dari media cetak, kemudian
elektronik, hingga akhirnya sampai pada bentuk media online berupa internet yang
sangat canggih.
Lukas Luwarso menjelaskan
kecanggihan dari hasil metamorfosis media saat ini dengan pernyataannya bahwa
media massa terus bertransformasi, era media tradisional menjelang usai. Era broadsheet
membawa satu koran untuk satu pembaca; broadcast membawa satu acara
ke jutaan pemirsa; broadband membawa jutaan media (cetak, siaran,
dan cyber) ke satu orang.
Mendapati
kecanggihan dari perkembangan teknologi media adalah karunia dari keberuntungan
perjumpaan dengan zaman. Meski Citizen
Journalism bukan lahir dari perkembangan ini, namun perjumpaannya dengan
teknologi media yang canggih menjadikannya semakin populer dan tren. Metamorfosis
media memberi kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan Citizen Journalism (Jurnalisme Warga).
Media baru berupa
internet berhasil menghadirkan ruang publik baru yang semakin luas. Menjadi
lahan tumbuh suburnya Citizen Journalism (Jurnalisme
Warga). Blog, Facebook, Twitter, Youtube, Flickr, Sosial Blog, dan situs-situs
berbasis Citizen Journalism (Jurnalisme
Warga) menjadi media yang empuk untuk Ber-Citizen
Journalism.
Yang menarik, tumbuhkembangnya media mulai
dari media cetak hingga media online yang sangat canggih, bukanlah menjadi
sebuah ekosistem yang saling membunuh, melainkan justru terbentuk sebuah
kolaborasi yang saling melengkapi. Kemunculan
media baru memang selalu mendatangkan ancaman pada eksistensi media lama, namun
perlu diingat itu tidak pernah benar-benar mematikannya. Allright!






0 comments:
Post a Comment