“Breaking
News hanya dengan 140 karakter, Twitter sungguh menakjubkan” (Amy
Gahran).
Teman-teman
pembaca sekalin yang baik hati dan suka membaca sebuah cerita. Maka dari itu,
untuk menjelaskan ketangguhan Twitter untuk Ber-Citizen Journalism izinkanlah
saya sejenak bercerita.
Jadi
begini. Pagi kala
itu tidak seperti sebagaimana biasanya pagi. Walau terik matahari tetap masih
menyinari pagi. Namun benar-benar pasti pagi
ini bisa menjadi cerita pagi di pagi-pagi esok hari. Walau bukan cerita yang
mengenakkan dan bisa menambah nafsu sarapan pagi. Ini adalah suatu pagi yang
sangat mengguncang dan mencekang pagi.
Kawasan Kuningan Jakarta
Selatan tidak lagi menguning indah penuh gairah. Melainkan memerah merekah berapi
bertumpah darah, berserakan serpihan kaca-kaca dan puing-puing. Dua buah
ledakan dahsyat menjadi sarapan pagi di kawasan Kuningan pagi itu. Tepatnya
terjadi di hotel JW Marriot dan
Ritz Carlton, pada hari Jum’at 17 Juli
2009.
Daniel Tumiwa, salah satu pengunjung hotel Ritz
Carlton, memposting tweet diakun twitternya, “Bom @ marriot and ritz Carlton kuningan Jakarta”. Tweet ini di
posting sesaat setelah ledakan terjadi, ketika itu dia masih berada di
lantai 26. Postingan itu kemudian dilanjutkan dengan sejumlah posting susulan
serupa oleh orang lain, sehingga banyak diklaim ini merupakan kali pertama
informasi mengenai peristiwa itu disebarluaskan ke publik. Menurut Daniel, seperti disampaikannya
sendiri pada fitur komentar di sebuah berita pada Kompas Online, lantaran
postingannya yang termasuk “breaking news” tersebut, dirinya
langsung mendapatkan permintaan wawancara dari sejumlah media internasional,
termasuk CNN dan BBC (www.donnybu.blogdetik.com,
2009).
Sungguh dahsyat, peristiwa yang baru saja
terjadi bisa langsung dipublikasikan dengan selisih waktu beberapa detik saja
oleh Daniel
Tumiwa, seorang warga biasa – bukan jurnalis professional, yang kebetulan
berada di lokasi kejadian. Meski
informasi yang diberikan sangat singkat, namun itu informasi yang sangat
penting. Dengan berbagi informasi tersebut, secara tidak sadar Daniel telah
ber-Citizen Journalism. Daniel telah
menjadi Citizen Journalist atau
Jurnalis Warga.
Baik, teman-teman pembaca sekalian. Bagaimana,
sudahkah terbayang ketangguhan dari sebuah mikro blog yang bernama Twitter
untuk ber-Citizen Journalism?
Saya
masih memiliki sebuah tulisan tentang 10 alasan menggunakan Twitter sebagai
media Citizen Journalism. Namun
nampaknya akan menjadi terlalu panjang tulisan ini, jika sekaligus saya
tuangkan disini. Lebih baik, saya sambung lain waktu saja.
Atau
sebenarnya topik 10 alasan menggunakan Twitter sebagai media Citizen Journalism ini, juga saya bahas
di buku saya yang berjudul Jadi Jurnalis
Itu Gampang!!! – Serba-serbi tentang
Citizen Journalism dan panduan praktis menjadi Citizen Journalist untuk pemula.
Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Buku ini baru akan beredar pada bulan
maret di toko-toko buku se-Indonesia, terkhusus di Gramedia.
Jika kondisi waktu dan doku memungkinkan, silahkan segera
dipinang sebelum kehabisan.
Terimakasih. Kita sambung dipostingan
mendatang.
Salam
pinang!






0 comments:
Post a Comment