Mengenal Massa dan Jurnalisme Warga Melalui akumassa

akumassa mengejawentahkan bagaimana aku melebur dengan massa...

Jurnalisme Warga dan Nadia Abdullah Jurnalis Warga Revolusioner

Sungguh terenyuh hati ini menyimak perjuangan Nadia Abdullah jurnalis warga revolusioner, penduduk muda Sana’a Yaman...

Resensi Buku "Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!" oleh Omjay

Senang sekali mendapatkan kiriman 2 buah buku karya Imam FR Kusumaningati...

Ini Soal YouTube, Lebih Dari Sekadar Untuk Narsis

Setelah Sinta dan Jojo, Udin Sedunia, dan Briptu Norman Kamaru yang belakangan menjadi ngetop...

Citizen Journalism dan Metamorfosis Media

Metamorfosis Media membawa sebuah penyajian berita tidak lagi menjadi eksklusif milik wartawan...

Showing posts with label Blogging. Show all posts
Showing posts with label Blogging. Show all posts

Tuesday, January 28, 2014

Agus Sampurno Menulis di Blog dengan Bloom Taxonomy

Semua orang bisa ngeblog. Perkembangan jaringan internet saat ini sangat memudahkan orang untuk bisa ngeblog di mana saja dan kapan saja. Selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana membuat konten blog yang menarik. Membuat konten yang bisa menarik banyak pembaca memerlukan kemampuan tersendiri.


Agus Sampurno yang dikenal sebagai guru kreatif karena blog pribadinya menggunakan nama domain www.gurukreatif.wordpress.com, menggunakan konsep bloom taxonomy untuk membuat konten-konten menarik di blognya. Hal ini sangat bagus dan baru pertama kali ini saya mendengarnya. Meskipun kalau bloom taxonomy sudah tidak asing lagi, bagi saya, sebagi mantan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan, Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta.

Bloom taxonomy atau biasa diindonesiakan dengan taxonomi bloom merupakan tingkatan berpikir yang terdiri dari; 1) mengingat; 2) memahami; 3) menerapkan; 4) menganalisa; 5) mengevaluasi; dan 6) menciptakan. Nomer 1, 2, dan 3 adalah kategori tingkat berpikir rendah, sedangkan nomer 4, 5, dan 6 kategori tingkat berpikir tinggi.

Bagaimana Agus Sampurno menggunakan taxonomi bloom ini untuk membuat konten-konten menarik di blognya? Yaitu dengan membuat konten blog yang mengandung kategori tingkat berpikir tinggi; menganalisa, mengevaluasi, dan menciptakan. Alasan sederhananya bahwa ketiga hal tersebut tidak ada di buku. Sedangkan pasti banyak orang yang mencari dan membutuhkan sebuah analisa, evaluasi, dan ciptaan sesuatu yang baru.

Selain itu, konten blog yang berisi kategori tingkat berpikir rendah; mengingat, memahami, dan menerapkan, sudah sangat banyak. Apabila konten blog kita hanya berisi mengingat, memahami, dan menerapkan, apa bedanya blog kita dengan blog orang lain? Sehingga mengisi blog dengan konten tingkat berpikir tinggi menjadi celah, yang berarti sebuah kesempatan, untuk memancing banyak pengunjung dan pembaca berdatangan berkunjung membaca blog kita.

Agus Sampurno menyampaikan rahasianya dalam membuat konten blog ini, pada acara Teacher Writing Camp 3, yang mengangkat tema “Menulis dan Ngeblog,” dilaksanakan pada Minggu, 29 Desember 2013, di Wisma Universitas Negeri Jakarta. Teacher Writing Camp atau biasa disingkat TWC merupakan pelatihan guru menulis tingkat nasional, diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) cabang Bekasi.

Thursday, January 2, 2014

Menjadi Moderator Teacher Writing Camp 3

Ketika ada seorang guru mengajar, namun muridnya cenderung tidak perhatian, mengantuk, bahkan ada yang tertidur, siapakah yang harus dibangunkan? Jawabannya, yang harus dibangunkan adalah gurunya.


Pepatah Tionghoa kuno itu saya gunakan sebagai kata pembuka ketika saya menjadi moderator Teacher Writing Camp 3 atau TWC 3 di hari pertama, sabtu, 28 Desember 2013. Saya membawakan penyampaian materi sesi ketiga, di siang bolong, kurang lebih pukul setengah dua, dan setelah makan siang. Bayangkan? Bagi saya ini sesi yang amat sangat rawan. Beruntunglah, pepatah tionghoa kuna tadi lumayan bisa membangkitkan suasana.

TWC merupakan pelatihan guru menulis tingkat nasional. TWC 3 mengangkat tema “Menulis dan Nge-blog”. TWC 3 diikuti sekitar 45 guru dari berbagai daerah di Indonesia, diselenggarakan di Wisma Universitas Negeri Jakarta selama dua hari, sabtu dan minggu, 28 dan 29 Desember 2013. TWC diselenggarakan setiap 6 bulan sekali oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) cabang Bekasi. TWC 1 dan 2 sudah berlangsung dengan sukses setahun yang lalu. Penggas dibalik konsep TWC adalah seorang guru dan juga blogger bernama Wijaya Kusumah atau sering dipanggil Omjay.

Sesi ketiga di hari pertama TWC, diisi dengan materi bagaimana mengirimkan tulisan di media online dan cetak. Tepat di sebelah kana saya, sudah ada orang yang sudah tidak asing lagi bagi saya. Pertemuan terakhir saya dengannya sekitar empat bulan yang lalu, saya diinterview olehnya sebagai kandidat calon Moderator Kompasiana. Orang yang saya maksud adalah Iskandar Zulkarnaen; editor Kompasiana, blogger, penulis, dan juga seorang ayah yang baik, sudah siap untuk menyampaikan materinya.


Meski di siang bolong, IskandarZulkarnaen atau biasa dipanggil Isjet menyampaikan materi dengan penuh semangat, disambut sebaliknya dari Bapak dan Ibu guru peserta TWC menyimak dengan penuh antusias. “Mengirimkan tulisan ke media cetak maupun online, sebelumnya harus tahu karakteristik media tersebut, namun yang lebih mudah adalah Bapak dan Ibu guru sekalian bisa mempublikasikan tulisan di blog masing-masing,” sepotong kalimat Mas Isjet dalam penyampaian materinya.

Setelah penyampaian materi, saatnya masuk pada sesi tanya jawab. Banyak sekali peserta yang ingin bertanya, namun karena keterbatasan waktu hanya enam penanya yang bisa mengajukan pertanyaan. Ada satu pertanyaan yang menggelitik, “di Kompasiana sering kali ada ajang kompetisi kepenulisan, kenapa bisa begitu?”, tanya salah satu peserta. “dulu, perusahaan atau instansi mengundang wartawan untuk konferensi pers bermaksud mensosialisasi produk atau programnya, namun sekarang keadaan sudah berubah, perusahaan dan instansi tersebut melakukan jemput bola, mengundang keterlibatan warga”, jawab Mas Isjet.

Satu hal yang kemudian tertangkap di benak saya, warga atau warga dunia maya khususnya, lebih khusus lagi adalah blogger, sepertinya semakin diperhitungkan peranannya. Ini merupakan kabar gembira. Hingga akhirnya, diakhir acara saya menanyakan kepada Bapak dan Ibu guru peserta TWC, apakah masing-masing dari mereka sudah memiliki blog. “Karena orang yang tidak memiliki blog di dunia maya, itu ibarat orang yang tidak memiliki muka di dunia nyata.” Kalimat penutup saya, sebagai moderator, mengakhiri sesi penyampaian materi ketiga TWC 3 hari pertama.   

Tuesday, December 4, 2012

Bentuk-bentuk Citizen Journalism

Teman-teman pembaca, blogger, dan para citizen Journalist!. Setelah membaca tulisan Steve Outing, seorang editor senior The Poynter Institute for Media Studies berjudul The 11 Layers of Citizen Journalism yang diterbitkan tahun 2005. Jadi begini, menurut Steve Outing bentuk-bentuk Citizen Journalism itu dibagi ke dalam 11 bentuk, yaitu:

1. Opening Up to Public Comment
Situs di internet menyediakan tempat (kolom) komentar dari publik. Pembaca diperbolehkan untuk bereaksi, mengkritik, memuji, atau memberi tambahan ke dalam berita yang ditulis oleh jurnalis profesional dalam kolom tersebut.
2. The Citizen Add-On Reporter
Menambahkan pendapat warga sebagai bagian berita yang ditulis oleh jurnalis profesional. Warga diminta menuliskan pengalamannya yang berkaitan dengan berita tersebut.

3. Open-Source Reporting
Sebuah bentuk kolaborasi liputan dengan sumber terbuka, di mana jurnalis profesional bekerja sama dengan pembaca yang memiliki pengetahuan tentang suatu masalah yang sedang terjadi, saling melengkapi dalam menghasilkan sebuah berita yang akurat. Berita tetap ditulis oleh reporter profesional.
4. The Citizen Bloghouse
Bloghouse warga, yaitu blog-blog gratis yang bisa dimiliki oleh setiap orang, yang kemudian dapat digunakan untuk menuangkan cerita maupun gagasan kepada khalayak umum di seluruh penjuru dunia.
5. Newsroom Citizen ‘Transparency’ Blogs
Sebuah blog yang dimiliki oleh sebuah organisasi media sebagai bentuk transparansi dan komunikasi dengan pembacanya. Keluhan, kritik, atau pujian terhadap apa yang ditampilkan organisasi media tersebut dapat disampaikan di sini.
6. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Edited Version
Laporan berita dari warga dengan melalui proses penyuntingan. Berita yang masuk melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, dengan tetap mempertahankan keaslian tulisan.
7. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Unedited version
Laporan berita dari warga pada sebuah situs, tanpa melalui proses penyuntingan. Dalam versi ini, berita bisa langsung muncul seketika setelah diposting.
8. Add a Print Edition
Merupakan gabungan dari The stand-alone citizen-journalism site dengan edisi cetak.
9. The Hybrid: Pro + Citizen Journalism
Penggabungan jurnalis profesional dengan jurnalis warga. Berita dari jurnalis profesional diperlakukan sama dengan berita dari jurnalis warga.
10. Integrating Citizen and Pro Journalism Under One Roof
Penggabungan jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Menggunakan jurnalis profesional, namun juga menerima tulisan dari jurnalis warga.
11. Wiki Journalism: Where the Readers are Editors
Jurnalisme Wiki adalah model jurnalisme yang menempatkan pembaca sebagai penyunting. Setiap orang bisa menulis, menyunting, maupun memberi komentar pada tulisan. Model jurnalisme ini dipopulerkan oleh Wikipedia.


Bloghouse warga, adalah beragam jenis blog yang sekarang banyak dimiliki setiap orang. Penyedia layanannya juga beragam, seperti blogger.com, multiply.com, wordpress.com, dan lainnya. Bahkan, setiap orang bisa memiliki lebih dari satu blog. Nah, berapakah blog yang Anda miliki?..he.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua blog bisa masuk dalam kategori citizen journalism. Kenapa? Karena banyak sekali blog yang hanya berisi curhat-curhat si pemilik blog. Blog baru bisa disebut sebagai produk dari citizen journalism apabila dalam blog tersebut membahas sebuah topik tertentu yang sedang hangat dan terjadi interaksi publik. 

Selain blog ada juga situs yang menerima laporan warga, namun masih melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, baru kemudian bisa ditayangkan dalam situs tersebut. Salah satunya adalah kanal citizen journalism di liputan6.com. Berita dikirimkan terlebih dahulu ke alamat redaksi citizen6.liputan6.com, setelah redaksi melakukan penyuntingan, baru tulisan ditayangkan. Sistem seperti ini, bermaksud untuk menjaga keakuratan informasi dan kredibilitas media.

Situs citizen journalism yang langsung bisa memunculkan artikel setelah diposting adalah seperti kompasiana.com. Dalam hal ini redaksi hanya berperan memoderasi atau melakukan pengawasan semata terhadap informasi yang di posting. Apabila terdapat unsur SARA, pencemaran nama baik, atau yang lainnya, redaksi berhak untuk menghapus tulisan tersebut dari situs.

Sementara itu, bentuk hybrid journalism, yaitu penggabungan antara jurnalis profesional dengan jurnalis warga, dapat dilihat pada situs berita Korea Selatan, ohmynews.com. Sejak berdirinya pada tahun 2000, situs ini telah menggunakan konsep hybrid journalism. Terry Flew and Jason Wilson (2008) menjelaskan OhmyNews dikenal sebagi situs pelopor citizen journalism yang paling populer di dunia. Saat ini memiliki 60.000 citizen journalist yang tersebar di seleruh dunia dengan 60 jurnalis tetap dan penyunting. Dalam bahasa Korea, OhmyNews memiliki lebih dari 750.000 pengunjung setiap hari. OhmyNews juga tersedia dalam versi bahasa Inggris dengan OhmyNews International.

Model Wiki Journalism adalah seperti wikipedia.org atau wikimu.com. Di sini siapa saja bisa menulis apa saja, menyunting tulisan yang sudah diposting sebelumnya oleh penulis lain, atau hanya sekadar memberi komentar. Namun partisipasi warga di sini nampaknya masih kalah dengan situs citizen journalism lainnya. Karena model wiki lebih populernya justru sebagai situs untuk mencari referensi. Jadi sering kali orang membukanya untuk mencari referensi, bukan untuk memposting tulisan.

Sekian teman-teman, semoga tulisan ini bermanfaat. Pembahasan lebih detail berkaitan dengan bentuk-bentuk Citizen Journalism, saya bahas dalam buku citizen journalism berjudul Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! Buku pertama saya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Tuesday, November 20, 2012

Blog Sebagai Media Citizen Journalism

"Blog adalah simbol dari apa yang hebat tentang Internet." (Cameron Barret).


Blog, blog, sekali lagi blog, saya yakin ini bukan kata yang asing didengar. Terlepas Anda punya atau tidak punya blog. Mungkin Anda mengenalnya dari sebuah obrolan dengan teman, membaca dari artikel di majalah, koran, atau situs yang kebetulan terdapat kata blog, atau Anda terpaksa mengenal dan harus membuatnya karena tugas wajib dari dosen atau guru TIK?

Blog Sebagai Media Citizen Journalism
Teman-teman, penggunaan blog awalnya hanya sekadar untuk memenuhi kepuasan diri. Namun, akhirnya berkembang menjadi aktivitas rutin untuk saling bertukar informasi di kalangan blogger. Menyadari besarnya potensi blog untuk menjalin komunikasi secara lebih luas, maka motivasi para blogger akhirnya mengalami perubahan dari orientasi pemuasan diri, kemudian berkembang ke arah fungsi sosial yang lebih luas dengan cara saling melakukan tukar menukar informasi. Aktivitas inilah yang menjadi awal berkembangnya citizen journalism di blog. Perubahan fungsi itu terjadi karena keberadaan blog didukung oleh infrastruktur yang memungkinkan adanya interkoneksi antar blog dalam cakupan global.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Steve Outing dalam 11 bentuk citizen journalism, blog adalah termasuk salah satunya, yaitu the citizen bloghouse: bloghouse warga. Namun, tidak semua blog masuk dalam kategori produk citizen journalism. Nah, bagaimanakah blog yang masuk dalam kategori tersebut? Menurut Lewis Friedland dan Nakho Kim (2009), blog-blog dan situs forum bisa disebut sebagai produk citizen journalism apabila terjadi interaksi publik, termasuk situs yang dikelola bersama, yang banyak dipakai untuk mendiskusikan sebuah topik spesifik. Nah, jadi apabila Anda ingin blog Anda dikategorikan sebagai produk citizen journalism, pastikan blog Anda memenuhi kriteria tersebut.

Kekurangan dan Kelebihan Blog untuk Citizen Journalism
Menggunakan blog sebagai media citizen journalism tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan penggunaan situs jejaring sosial.

Di blog tidak ada batasan karakter kata, jadi Anda bisa bebas menulis panjang mungkin. Sedangkan di Twitter terbatas hanya bisa menulis hingga 140 karakter, namun ketika menulis singkat di Facebook atau Twitter, tulisan tersebut akan langsung bisa dibaca secara otomatis oleh mereka yang termasuk ke dalam lingkup pertemanan Anda.

Sementara itu, di blog, tulisan tidak bisa secara otomatis terpublikasi secara luas. Maka setelah memposting di blog, masih harus mempublikasikan tulisan yang Anda posting. Pertanyaannya sekarang, Anda mau pilih yang mana? Hehehe.

Mempublikasikan Blog
Jika Anda akhirnya memilih untuk ber-citizen journalism dengan menggunakan blog, maka Anda masih harus melakukan publikasi secara mandiri. Tapi tenang saja, ada beberapa cara jitu untuk mempublikasikan blog Anda secara mandiri.

Cara pertama untuk mempromosikan blog yang Anda miliki adalah dengan blogwalking. Maksud dari blogwalking adalah berjalan-jalan di dunia maya mengunjungi blog orang lain, kemudian memberi komentar pada sebuah postingan, sekaligus meninggalkan tautan alamat blog Anda.

Cara kedua untuk mempromosikan blog secara mandiri adalah dengan bergabung dengan komunitas blogger. Komunitas blogger biasanya terbentuk karena berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Misalkan blog Anda merupakan blog yang berkaitan dengan hobi fotografi, maka bergabunglah dengan komunitas blogger fotografi.

Namun, dari kedua cara tersebut di atas, menurut Michael Firewall (2008), cara ketiga untuk mempromosikan blog, sekaligus cara yang paling jitu adalah dengan mendaftarkan blog ke situs direktori blog. Supaya blog mudah ditemukan melalui mesin pencari seperti Google atau Yahoo. Anda bisa mendaftarkan blog Anda ke situs direktori blog seperti technorati.com, feedburner.com, atau blogdigger.com

Teman-teman, semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Salam Jurnalisme Warga!!!

Thursday, August 9, 2012

Blog Sekadar tigabelase.com Menjadi Pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 kategori SILVER Periode Juli

Sekali lagi terima kasih banyak teman-teman yang telah menginspirasi, memotivasi, dan sekaligus mendo’akan, blog sekadar tigabelase.com terpilih sebagai pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 kategori SILVER Periode Juli. Kemenangan ini merupakan rangkaian dari kemenangan sebelumnya, setelah tigabelase.com mendapatkan penghargaan di kategori BRONZE di ISBA 2012 sesi 8.

Semua ini sungguh tidak disangka-sangka. Betapa kagetnya Saya ketika seminggu yang lalu mendapatkan email dari ISBA 2012. Berikut ini pengumuman pemenangnya yang diumumkan melalui website Internet Sehat di http://ictwatch.com/internetsehat/2012/08/02/isba-2012-pemenang-blog-award-silver-periode-juli/

………………………………

Terhitung sudah tiga bulan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 digelar. Untuk periode Juli, kami telah memilih tiga pemenang bulanan.Berikut ini adalah blog yang layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2012 kategori SILVER, periode Juli.
Kategori SILVER dipilih dari para pemenang ISBA kategori BRONZE periode terkait. Keputusan atas blog terpilih tersebut adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat. Tidak ada korespondensi dalam bentuk apapun terkait dengan keputusan atas pemilihan blog tersebut.

Hadiah
Bagi pemenang kategori SILVER, masing-masing berhak mendapatkan hadiah sebagai berikut:
- Satu (1) buah USB Internet Modem
- Satu (1) buah DVD Linimas(s)a, film dokumenter tentang gerakan social media di Indonesia
Selamat ya buat para pemenang!

Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal yang bermanfaat sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis.
ISBA 2012 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), dan didukung olehXL Axiata (www.xl.co.id), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), PANDI(Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Media partner: detikINET(www.detikinet.com) dan Kompas Tekno (www.tekno.kompas.com).
Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com
………………………………

Mendapatkan penghargaan ini, berarti juga mengemban tanggung jawab untuk selalu bisa menghasilkan konten blog yang bermutu, orisinil, bukan sekadar copy-paste. Semoga Saya bisa konsisten berbagi yang meski hanya sekadar. Buat teman-teman blogger yang lain semoga bisa menyusul mendapatkan penghargaannya. 

Tuesday, July 24, 2012

Create and Collaborate di Social Media Festival 2012

Belum lama ini ada notifikasi masuk dari sebuah grup Facebook. Diposting oleh seorang teman yang sudah sangat familiar namun Saya belum pernah bertemu dengannya. Dia berbagi tentang informasi akan diselenggarakannya sebuah festival yang sangat amat ditunggu-tunggu katanya. Sebuah ajang pertemuan atau bisa dibilang pendaratan para pengguna dan pembuat social media di Indonesia. Mulai dari kalimat terakhir sebelum kalimat ini, mungkin sudah tertebak festival apa yang dimaksud.
Benar sekali, Social Media Festival 2012 adalah yang dimaksud. Meski sebenarnya dari judulnya saja sudah tertebak. Beginilah tulisan sekadar dari blogger sekadar di blog sekadar yang sebenarnya bermaksud memberi tebakan, tapi jawabannya sudah ketahuan. Social Media Festival ini biasa disingkat dengang SocMedFest.

SocMedFest 2012 mengajak komunitas-komunitas untuk berkolaborasi dan  membuat sebuah karya bersama. Maka tema yang diangkat adalah Create and Collaborate – berkreasi dan berkolaborasi. Komunitas yang ingin ikut berpartisipasi dalam festival harus mengirimkan ide kreasi dan kolaborasi mereka dengan komunitas lain kepada tim SocMedFest untuk diseleksi.

Festival yang diselenggarakan oleh DailySocial bersama Saling Silang, Kaskus, dan Kummara ini akan berlangsung pada 19-21 Oktober 2012 di Gelanggang Renang Senayan, Jakarta. Komunitas apa pun bisa ikut berpartisipasi di SocMedFest 2012. Sampai saat ini masih terbuka pendaftaran bagi komunitas yang ingin ikut berpartisipasi. Pendaftaran dilakukan dengan mengunduh form di website www.socmedfest.com yang sudah disediakan, kemudian mengirimkan kembali formnya melalui email info@socmedfest.com. Sedangkan bagi yang tidak memiliki komunitas, tetap bisa hadir meramaikan dan menyaksikan bagaimana kolaborasi-kolaborasi yang akan dilakukan oleh para komunitas terdaftar.

SocMedFest 2012 merupakan penyelenggaraan SocMedFest yang kedua kalinya. Pertama kali SocMedFest diselenggarakan pada 22-24 September 2011 dengan mengangkat tema Social Media is You. Festival tahun lalu Saya belum berkesempatan untuk menghadirinya, karena bagaimana Saya bisa hadir informasinya saja tidak dapat. Mungkin ini karena Saya kurang pergaulan.

Berkreasi dan berkolaborasi jika sejenak saja dibayangkan sepertinya sungguh sangat menyenangkan. Makanya bagi teman-teman yang mempunyai komunitas segera saja untuk mendaftar. Semoga saja terpilih menjadi salah satu dari beberapa peserta yang akan berkreasi dan berkolaborasi nantinya. Dan teman-teman yang lain, sampai ketemu besuk di SocMedFest 2012.

Thursday, July 5, 2012

Blog Sekadar tigabelase.com Terpilih Sebagai Pemenang Blog Award ISBA 2012 Sesi 8 Kategori BRONZE

Sesaat setelah terbangun di siang bolong, maklum baru saja begadang semalaman. Betapa kagetnya Saya mendapat email dengan subjek ISBA – BRONZE Sesi 8 – tigabelase.com

Saya kira sekadar informasi pemberitahuan tentang lomba. Namun ternyata, sedikit Saya kutipkan isinya adalah seperti ini.


(…)

Kepada Yth.
Sdr/i Pengelola Blog/Situs tigabelase.com

Setelah melakukan proses seleksi dan penilaian, bersama ini kami dari tim Internet Sehat menyampaikan bahwa blog Anda layak dan berhak mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 untuk kategori BRONZE sesi 8, Rabu (04/07/2012). Selamat untuk Anda!

(…)


Bagaimana tidak kaget, tigabelase.com ini belum genap berumur dua bulan. Maka dengan masih sangat penasaran, Saya kemudian memastikan lagi dengan membuka situs Internet Sehat. Ternyata benar. Berikut ini pengumuman pemenang ISBA 2012: Blog Award Sesi 8 kategori BRONZE.


……………………………………………………………………

[Internet Sehat ] Tim Internet Sehat telah memilih dua blog pemenang mingguan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012. Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, berikut ini blog yang layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2012 untuk kategori BRONZE sesi 8, Rabu (04/07/2012):



Imam FR Kusumaningati, berbagi tentang hal sekitar, membawa semangat mendasar jurnalisme warga yaitu semangat untuk berbagi melalui blognya yang beralamat di http://www.tigabelase.com. Melihat nama blognya, pasti banyak yang bertanya-tanya apa arti ‘e’ di belakang kata tigabelas? Sang penulis hanya akan menjawab itu tidak mempunyai makna apa-apa. Tigabelas adalah angka yang selalu menemani dalam keseharian penulis ditambah huruf ‘e’, itu saja.

Tapi isi blog ini tidak hanya sekedar ‘itu saja’. Artikel di dalamnya adalah pengalaman sang penulis, apa yang dilihat, didengar, dirasakan. Isi blog ini juga beragam, #berbagi: berisi tulisan berbagi tentang berbagai macam tema, #bukabuku: berisi resensi-resensi buku, #jurnalismewarga: berisi tulisan tentang jurnalisme warga, #bukujurnalismewarga: buku praktis jurnalisme warga. Tidak main-main, penulis sudah menerbitkan buku Jadi Jurnalis itu Gampang!!! Serba-serbi tentang Citizen Journalism dan panduan praktis menjadi Citizen Journalist untuk pemula. Dengan bahasa yang mudah dicerna, maka artikel-artikel di blog ini cocok dan mudah dinikmati oleh siapa saja.




Jaman sekarang ini, di saat keadaan ekonomi mulai menghimpit, sepertinya kita harus pintar-pintar mengelola pemasukan dan mengerti bagaimana cara memutarkan arus uang. Pemasukan bulanan kadangkala seenaknya, datang dan pergi sesuka hati. Tapi itu kini sudah tidak menjadi masalah jika kita kenal dengan Bisnis Online. Tidak memakan tempat, waktu dapat disesuaikan dan biaya investasi tidak sebesar bisnis konvensional. Mau tau caranya? Yuk belajar di http://www.sukabisnisonline.com.

Blog ini terlahir dari ambisi sang penulis untuk dapat menghasilkan uang lewat blog. Dengan tagline Mencari Penghasilan Lewat Internet, blog ini bisa jadi sumber referensi yang akurat untuk belajar dan memulai bisnis online karena bersumber dari pengalaman sang penulis dalam merintis bisnis onlinenya. Bagi anda yang masih berstatus sebagai mahasiswa, pasti pernah terlintas untuk memilki penghasilan sendiri. Kira-kira bisnis apa yang cocok untuk mahasiswa? Temukan jawabannya di sini, Inilah Bisnis yang Cocok untuk Mahasiswa.

Banyak artikel menarik lain, jika anda adalah calon pengusaha atau pengusaha online seperti Peluang Kerja Jadi Internet Marketing, Menilik Prospek Bisnis Online Indonesia, Cara Mewujudkan Kesuksesan dengan Hukum Lawa of Attraction dan masih banyak lagi. Berbicara tentang bisnis biasanya terkesan kaku dan serius, namun blog ini memberikan kesan lain. Ada motivasi di balik setiap susunan kalimatnya. Sudah siap jadi pengusaha online?

Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal yang bermanfaat sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis.

ISBA 2012 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), dan didukung oleh XL Axiata (www.xl.co.id), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), detikINET (www.detikinet.com) dan Kompas Tekno (www.tekno.kompas.com).

Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com [Internet Sehat]

……………………………………………………………………


Pada akhirnya Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman semua atas semuanya. Mari mulai menciptakan konten blog yang apik dan bermanfaat untuk orang lain.