Mengenal Massa dan Jurnalisme Warga Melalui akumassa

akumassa mengejawentahkan bagaimana aku melebur dengan massa...

Jurnalisme Warga dan Nadia Abdullah Jurnalis Warga Revolusioner

Sungguh terenyuh hati ini menyimak perjuangan Nadia Abdullah jurnalis warga revolusioner, penduduk muda Sana’a Yaman...

Resensi Buku "Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!" oleh Omjay

Senang sekali mendapatkan kiriman 2 buah buku karya Imam FR Kusumaningati...

Ini Soal YouTube, Lebih Dari Sekadar Untuk Narsis

Setelah Sinta dan Jojo, Udin Sedunia, dan Briptu Norman Kamaru yang belakangan menjadi ngetop...

Citizen Journalism dan Metamorfosis Media

Metamorfosis Media membawa sebuah penyajian berita tidak lagi menjadi eksklusif milik wartawan...

Sunday, September 8, 2013

Skripsi Saya

Penerapan E-learning dalam Sistem Pendidikan Jarak Jauh pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Tutorial Online di Universitas Terbuka).

Kata Kunci: E-learning, Sistem Pendidikan Jarak Jauh, Tutorial Online


Memasuki abad ke-21 terjadi banyak perkembangan dalam dunia pendidikan. Pada abad dimana manusia sudah mulai semakin akrab dengan teknologi ini, hadir sebuah paradigma baru dalam proses pembelajaran. Kini sebuah proses pembelajaran bisa dilakukan secara jarak jauh, tanpa harus dengan tatap muka di suatu ruang dan waktu yang sama, sebagaimana terjadi dalam proses pembelajaran sebelumnya. Teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology) atau biasa disingkat ICT juga telah membawa efek perubahan yang nyata dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi adalah tutorial online.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan e-learning dalam sistem pendidikan jarak jauh pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam dengan studi kasus tutorial online di Universitas Terbuka. Penerapan yang dimaksud mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dari hasil evaluasi, serta kendala dan bagaimana mengatasi kendala dalam penerapannya.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpalan data dilakukan dengan studi dokumenter, observasi, dan wawancara. Paradigmatik wawancara yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur. Paradigmatik semi-terstruktur ini digunakan dengan pertimbangan inilah paradigmatik wawancara yang lebih fleksibel dari pada paradigmatik wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.


Perencanaan tutorial online pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Universitas Terbuka dilakukan dengan membuat Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT), Satuan Aktivitas Tutorial (SAT), dan menyusun seluruh materi untuk 8 inisiasi. Pelaksanaan tutorial online dilaksanakan dalam 8 inisiasi. Satu inisiasi berjalan selama satu minggu. Setiap inisiasi terdapat materi inisiasi dan diskusi. Pada inisiasi ke-3, 5, dan 7, terdapat tugas yang harus dikerjakan mahasiswa. Evaluasi formatif dinilai dari keaktifan mengikuti diskusi dan mengerjakan tugas, sedangkan evaluasi sumatif adalah penggabungan nilai diskusi dengan tugas. Dalam penerapan tutorial online terdapat beberapa kendala diantaranya, keterbatasan akses, mahasiswa kurang aktif, tutor kurang aktif, kelas yang terlalu banyak, dan keamanan jaringan.

Teman-teman, tulisan ini merupakan abstraksi skripsi saya. Skripsi yang saya kerjakan dalam enam bulan dengan sangat serius. Maksud hati, saya menargetkan skripsi saya untuk bisa menjadi buku saya yang ketiga. Namun karena beberapa hal, saya mengurungkan terget itu. Nah, dari pada tidak ada yang membacanya, saya akan memposting sedikit demi sedikit hal-hal yang menarik dan penting dari skripsi saya di blog ini dalam kategori 'Teknologi - Pendidikan'. Ini adalah postingan pertama kategori 'Teknologi - Pendidikan'.

Selain memposting hal menarik dan penting dari skripsi saya. Kategori Teknologi Pendidikan juga akan saya isi dengan tulisan-tulisan mengenai tema tersebut. Sebenarnya ini saya lakukan sekadar sebagai catatan dari perkuliahan saya di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), jurusan Teknologi Pendidikan. Semoga bermanfaat! 

Wednesday, July 24, 2013

Upaya Masuk Mencurigakan di Google

Beberapa waktu lalu, tiba-tiba sign in google di Android saya eror. Saya mencoba masuk dengan sandi seperti biasa, tetap tidak bisa, masih selalu eror. Lumayan mengejutkan! Waktu itu saya pikir ini hanya masalah sinyal yang kurang baik. Maka saya tidak terlalu menganggapnya serius.
Siang harinya, ketika saya mengecek email melalui browser di Android, ada sebuah email dari Tim Akun Google. Kali ini benar-benar mengejutkan! Ini emai dari google yang saya maksud.
…………………………
Hai Imam,
Baru-baru ini ada seseorang mencoba menggunakan aplikasi untuk masuk ke Akun Google Anda – imamfrkusumaningati@gmail.com.
Kami mencegah upaya masuk jika saja upaya tersebut dilakukan pembajak yang mencoba mengakses akun Anda. Tinjau detail upaya masuk tersebut:
Rabu, 2013 Juli 17 19:22:33
Alamat IP: 189.251.250.69
Lokasi: Veracruz, Mexico

Jika Anda tidak mengenali upaya masuk ini, mungkin ada orang lain yang mencoba mengakses akun Anda. Sebaiknya segera masuk dan ubah sandi Anda.
Jika sebelumnya itu adalah Anda, dan sekarang Anda mengalami masalah saat mengakses akun, selesaikan langkah pemecahan masalah yang tercantum di http://support.google.com/mail?p=client_login 
Hormat kami,
Tim Akun Google
…………………………
Segera saya ganti sandi email. Semoga dengan sandi yang baru, akun email saya lebih aman. Tidak tahu kenapa, dengan kejadian ini bukannya saya merasa keamanan akun Google saya terancam, namun justru saya selalu bepikir kalau hal ini aneh, kenapa bisa sampai ada yang seiseng ini, ya?! Siapa saya?! Dari Mexico lagi pelakunya!

Nah, apakah ada yang pernah mengalami hal yang sama?

Monday, July 22, 2013

Mencoba Adu Nyali ala Jusuf Kalla

Jusuf Kalla, wakil presiden era SBY periode pertama, mengejutkan saya minggu malam (7/7/13) kemarin. Seperti biasa saya selalu memantau perkembangan berita terbaru dari ponsel pintar yang selalu menemani. Salah satu berita Republika Online malam itu, memaparkan kebiasaan baru Jusuf Kalla belakangan ini.
Hampir sebulan terakhir ini Jusuf Kalla mencoba kebiasan baru, berusaha melepas diri dari ketergantungan terhadap ponsel. "Saya coba adu nyali dengan hp" kata pria yang akrab disapa JK ini. JK selama ini memperhatikan pada setiap acara orang tetap sibuk membaca dan mengirim pesan singkat sehingga tak fokus mengikuti agenda, apakah itu rapat, ceramah umum atau diskusi. "Orang-orang tetap saja sibuk memainkan hp, selain tidak fokus kesannya tidak serius mengikuti acara," ujarnya. Demikian saya kutip dari Republika Online.
Kebetulan sekali, belum lama postingan saya di blog membahas tentang sikap terhadap ponsel pintar, berjudul Menggunakan Ponsel Pintar dengan Pintar. Menceritakan bahwa tidak pintar menggunakan ponsel pintar, membuat kita dikendalikan oleh teknologi, bukannya kita yang mengendalikan teknologi. Maka saya sangat tertarik untuk mengulas berita adu nyali ala Jusuf Kalla ini.
Jaman dulu orang tanpa handphone biasa saja. Namun sekarang, mungkin karena sudah ketergantungan, tiada handphone ibarat dunia telah berakhir. Apalagi seringkali handphone membuat kita menjadi autis, asyik sendiri, tanpa peduli lingkungan sekitar.
Handphone apalagi smartphone atau ponsel pintar yang selalu terkoneksi dengan internet, memang mengasyikkan. Mendekatkan yang jauh dan memudahkan segala urusan. Meski demikian, sebaiknya kemudian jangan sampai justru menjauhkan yang dekat, atau mengganggu kegiatan sehari-hari dalam dunia nyata.
Nah, menarik sekali sepertinya mencoba adu nyali ala Jusuf Kalla, siapa berani?

Tuesday, July 9, 2013

Menggunakan Ponsel Pintar dengan Pintar

Seorang teman menemani saya mengobrol sampai jam dua pagi, Jum’at, 21 Juni 2013 lalu. Saya mengobrol mulai pukul setengah sepuluh malam. Malam itu sengaja saya mendatangi rumahnya. Ini bukan yang pertama kali. Bahkan saya pernah mengobrol hingga adzan subuh berkumandang.
Teras rumahnya terasa sangat nyaman sekali. Secangkir teh tubruk panas dengan ramuan khasnya yang memiliki citarasa berbeda, menjadi sajian wajib. Obrolan berjalan hangat, sehangat teh yang tersaji. Hingga menjelang pagi, saya baru tersadar, "Mas, kayaknya kalau kita lagi ngobrol, sampeyan gak pernah pegang handphone, ya?"
Dia tidak langsung menjawab. Sambil tersenyum manis, baru dia menjawab, "orang dulu gak ada HP juga gak mati, Mas!" Hening sejenak, saya terpukul dengan jawabannya. "Kalau ada yang dekat, kenapa harus melayani yang jauh, yang jauh, kan, bisa setelah ini. Kalau sedang ngobrol begini, melayani yang lain, itu bikin ’frekwensi’ obrolan rusak. Saya ngobrol, terus ada orang lewat, saya menanggapi yang lewat, itu saja sudah merusak suasana obrolan." Dia melanjutkan jawabannya panjang lebar.
Saya lalu teringat bagaimana keseharian yang saya lakukan dengan teman-teman sebaya. Beberapa kali kita pernah berkumpul, namun masing-masing asyik dengan ponsel pintarnya (smartphone) sendiri-sendiri. Saya lalu juga berpikir, bagaimana rasanya di hati, misalkan saya bertamu ke tempat seseorang, namun orang tersebut justru asyik dengan ponsel pintarnya?
Senja di hari Sabtu, 29 Juni 2013 kemarin, saya mengobrolkan hal ini dengan teman saya yang lain. Katanya, "memang begitu, misalkan dalam teater, itu bisa disebut dengan ’memutus emosi’, merusak emosi berlatih atau bermain teater, apabila bermain ponsel pintarnya, atau melakukan hal lain.
Menggunakan ponsel pintar sepertinya memang harus dengan pintar juga. Kalah pintar dengan ponsel pintar, membuat penggunanya dikendalikan oleh teknologi, bukannya dia yang mengendalikan teknologi. Seperti itu bukan, sih?

Tuesday, December 4, 2012

Bentuk-bentuk Citizen Journalism

Teman-teman pembaca, blogger, dan para citizen Journalist!. Setelah membaca tulisan Steve Outing, seorang editor senior The Poynter Institute for Media Studies berjudul The 11 Layers of Citizen Journalism yang diterbitkan tahun 2005. Jadi begini, menurut Steve Outing bentuk-bentuk Citizen Journalism itu dibagi ke dalam 11 bentuk, yaitu:

1. Opening Up to Public Comment
Situs di internet menyediakan tempat (kolom) komentar dari publik. Pembaca diperbolehkan untuk bereaksi, mengkritik, memuji, atau memberi tambahan ke dalam berita yang ditulis oleh jurnalis profesional dalam kolom tersebut.
2. The Citizen Add-On Reporter
Menambahkan pendapat warga sebagai bagian berita yang ditulis oleh jurnalis profesional. Warga diminta menuliskan pengalamannya yang berkaitan dengan berita tersebut.

3. Open-Source Reporting
Sebuah bentuk kolaborasi liputan dengan sumber terbuka, di mana jurnalis profesional bekerja sama dengan pembaca yang memiliki pengetahuan tentang suatu masalah yang sedang terjadi, saling melengkapi dalam menghasilkan sebuah berita yang akurat. Berita tetap ditulis oleh reporter profesional.
4. The Citizen Bloghouse
Bloghouse warga, yaitu blog-blog gratis yang bisa dimiliki oleh setiap orang, yang kemudian dapat digunakan untuk menuangkan cerita maupun gagasan kepada khalayak umum di seluruh penjuru dunia.
5. Newsroom Citizen ‘Transparency’ Blogs
Sebuah blog yang dimiliki oleh sebuah organisasi media sebagai bentuk transparansi dan komunikasi dengan pembacanya. Keluhan, kritik, atau pujian terhadap apa yang ditampilkan organisasi media tersebut dapat disampaikan di sini.
6. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Edited Version
Laporan berita dari warga dengan melalui proses penyuntingan. Berita yang masuk melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, dengan tetap mempertahankan keaslian tulisan.
7. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Unedited version
Laporan berita dari warga pada sebuah situs, tanpa melalui proses penyuntingan. Dalam versi ini, berita bisa langsung muncul seketika setelah diposting.
8. Add a Print Edition
Merupakan gabungan dari The stand-alone citizen-journalism site dengan edisi cetak.
9. The Hybrid: Pro + Citizen Journalism
Penggabungan jurnalis profesional dengan jurnalis warga. Berita dari jurnalis profesional diperlakukan sama dengan berita dari jurnalis warga.
10. Integrating Citizen and Pro Journalism Under One Roof
Penggabungan jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Menggunakan jurnalis profesional, namun juga menerima tulisan dari jurnalis warga.
11. Wiki Journalism: Where the Readers are Editors
Jurnalisme Wiki adalah model jurnalisme yang menempatkan pembaca sebagai penyunting. Setiap orang bisa menulis, menyunting, maupun memberi komentar pada tulisan. Model jurnalisme ini dipopulerkan oleh Wikipedia.


Bloghouse warga, adalah beragam jenis blog yang sekarang banyak dimiliki setiap orang. Penyedia layanannya juga beragam, seperti blogger.com, multiply.com, wordpress.com, dan lainnya. Bahkan, setiap orang bisa memiliki lebih dari satu blog. Nah, berapakah blog yang Anda miliki?..he.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua blog bisa masuk dalam kategori citizen journalism. Kenapa? Karena banyak sekali blog yang hanya berisi curhat-curhat si pemilik blog. Blog baru bisa disebut sebagai produk dari citizen journalism apabila dalam blog tersebut membahas sebuah topik tertentu yang sedang hangat dan terjadi interaksi publik. 

Selain blog ada juga situs yang menerima laporan warga, namun masih melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, baru kemudian bisa ditayangkan dalam situs tersebut. Salah satunya adalah kanal citizen journalism di liputan6.com. Berita dikirimkan terlebih dahulu ke alamat redaksi citizen6.liputan6.com, setelah redaksi melakukan penyuntingan, baru tulisan ditayangkan. Sistem seperti ini, bermaksud untuk menjaga keakuratan informasi dan kredibilitas media.

Situs citizen journalism yang langsung bisa memunculkan artikel setelah diposting adalah seperti kompasiana.com. Dalam hal ini redaksi hanya berperan memoderasi atau melakukan pengawasan semata terhadap informasi yang di posting. Apabila terdapat unsur SARA, pencemaran nama baik, atau yang lainnya, redaksi berhak untuk menghapus tulisan tersebut dari situs.

Sementara itu, bentuk hybrid journalism, yaitu penggabungan antara jurnalis profesional dengan jurnalis warga, dapat dilihat pada situs berita Korea Selatan, ohmynews.com. Sejak berdirinya pada tahun 2000, situs ini telah menggunakan konsep hybrid journalism. Terry Flew and Jason Wilson (2008) menjelaskan OhmyNews dikenal sebagi situs pelopor citizen journalism yang paling populer di dunia. Saat ini memiliki 60.000 citizen journalist yang tersebar di seleruh dunia dengan 60 jurnalis tetap dan penyunting. Dalam bahasa Korea, OhmyNews memiliki lebih dari 750.000 pengunjung setiap hari. OhmyNews juga tersedia dalam versi bahasa Inggris dengan OhmyNews International.

Model Wiki Journalism adalah seperti wikipedia.org atau wikimu.com. Di sini siapa saja bisa menulis apa saja, menyunting tulisan yang sudah diposting sebelumnya oleh penulis lain, atau hanya sekadar memberi komentar. Namun partisipasi warga di sini nampaknya masih kalah dengan situs citizen journalism lainnya. Karena model wiki lebih populernya justru sebagai situs untuk mencari referensi. Jadi sering kali orang membukanya untuk mencari referensi, bukan untuk memposting tulisan.

Sekian teman-teman, semoga tulisan ini bermanfaat. Pembahasan lebih detail berkaitan dengan bentuk-bentuk Citizen Journalism, saya bahas dalam buku citizen journalism berjudul Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! Buku pertama saya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Tuesday, November 20, 2012

Blog Sebagai Media Citizen Journalism

"Blog adalah simbol dari apa yang hebat tentang Internet." (Cameron Barret).


Blog, blog, sekali lagi blog, saya yakin ini bukan kata yang asing didengar. Terlepas Anda punya atau tidak punya blog. Mungkin Anda mengenalnya dari sebuah obrolan dengan teman, membaca dari artikel di majalah, koran, atau situs yang kebetulan terdapat kata blog, atau Anda terpaksa mengenal dan harus membuatnya karena tugas wajib dari dosen atau guru TIK?

Blog Sebagai Media Citizen Journalism
Teman-teman, penggunaan blog awalnya hanya sekadar untuk memenuhi kepuasan diri. Namun, akhirnya berkembang menjadi aktivitas rutin untuk saling bertukar informasi di kalangan blogger. Menyadari besarnya potensi blog untuk menjalin komunikasi secara lebih luas, maka motivasi para blogger akhirnya mengalami perubahan dari orientasi pemuasan diri, kemudian berkembang ke arah fungsi sosial yang lebih luas dengan cara saling melakukan tukar menukar informasi. Aktivitas inilah yang menjadi awal berkembangnya citizen journalism di blog. Perubahan fungsi itu terjadi karena keberadaan blog didukung oleh infrastruktur yang memungkinkan adanya interkoneksi antar blog dalam cakupan global.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Steve Outing dalam 11 bentuk citizen journalism, blog adalah termasuk salah satunya, yaitu the citizen bloghouse: bloghouse warga. Namun, tidak semua blog masuk dalam kategori produk citizen journalism. Nah, bagaimanakah blog yang masuk dalam kategori tersebut? Menurut Lewis Friedland dan Nakho Kim (2009), blog-blog dan situs forum bisa disebut sebagai produk citizen journalism apabila terjadi interaksi publik, termasuk situs yang dikelola bersama, yang banyak dipakai untuk mendiskusikan sebuah topik spesifik. Nah, jadi apabila Anda ingin blog Anda dikategorikan sebagai produk citizen journalism, pastikan blog Anda memenuhi kriteria tersebut.

Kekurangan dan Kelebihan Blog untuk Citizen Journalism
Menggunakan blog sebagai media citizen journalism tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan penggunaan situs jejaring sosial.

Di blog tidak ada batasan karakter kata, jadi Anda bisa bebas menulis panjang mungkin. Sedangkan di Twitter terbatas hanya bisa menulis hingga 140 karakter, namun ketika menulis singkat di Facebook atau Twitter, tulisan tersebut akan langsung bisa dibaca secara otomatis oleh mereka yang termasuk ke dalam lingkup pertemanan Anda.

Sementara itu, di blog, tulisan tidak bisa secara otomatis terpublikasi secara luas. Maka setelah memposting di blog, masih harus mempublikasikan tulisan yang Anda posting. Pertanyaannya sekarang, Anda mau pilih yang mana? Hehehe.

Mempublikasikan Blog
Jika Anda akhirnya memilih untuk ber-citizen journalism dengan menggunakan blog, maka Anda masih harus melakukan publikasi secara mandiri. Tapi tenang saja, ada beberapa cara jitu untuk mempublikasikan blog Anda secara mandiri.

Cara pertama untuk mempromosikan blog yang Anda miliki adalah dengan blogwalking. Maksud dari blogwalking adalah berjalan-jalan di dunia maya mengunjungi blog orang lain, kemudian memberi komentar pada sebuah postingan, sekaligus meninggalkan tautan alamat blog Anda.

Cara kedua untuk mempromosikan blog secara mandiri adalah dengan bergabung dengan komunitas blogger. Komunitas blogger biasanya terbentuk karena berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Misalkan blog Anda merupakan blog yang berkaitan dengan hobi fotografi, maka bergabunglah dengan komunitas blogger fotografi.

Namun, dari kedua cara tersebut di atas, menurut Michael Firewall (2008), cara ketiga untuk mempromosikan blog, sekaligus cara yang paling jitu adalah dengan mendaftarkan blog ke situs direktori blog. Supaya blog mudah ditemukan melalui mesin pencari seperti Google atau Yahoo. Anda bisa mendaftarkan blog Anda ke situs direktori blog seperti technorati.com, feedburner.com, atau blogdigger.com

Teman-teman, semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Salam Jurnalisme Warga!!!

Thursday, November 8, 2012

Mengkritisi Pemukulan Wartawan di Riau dari Sudut Pandang Jurnalisme Warga

Belum lama ini kembali lagi terjadi pemukulan terhadap seorang wartawan yang hendak meliput. Sudah kita ketahui bersama kabar tentang peristiwa ini, karena hal ini juga sudah banyak diberitakan oleh berbagai media nasional maupun lokal, online maupun cetak.
Sumber foto: www.tribunnews.com
Seorang wartawan yang hendak meliput jatuhnya kecelakaan pesawat Hawk 200 yang jatuh di permukiman penduduk di Pandau, Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10) dipukuli oleh personel TNI Angkatan Udara (AU) yang sedang berada dilokasi kejadian. Disini saya menilai peristiwa ini dari kejauhan, karena saya bukanlah orang yang berada dilokasi saat peristiwa terjadi. Namun melihat dari tayangan berita di televisi, pemukulan wartawan oleh aparat TNI AU tersebut terjadi dengan brutal.

Saya melihat peristiwa ini dari sudut pandang Jurnalisme Warga. Jadi saya lebih menggaris bawahi pada pernyataan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Azman Yunus di Jakarta, Selasa (16/10) dalam konferensi pers yang dilakukannya dan ditayangkan oleh Metro TV tidak lama setelah peristiwa pemukulan terjadi. Menyimak pemaparannya pada intinya Marsma meminta maaf, dan sempat mengatakan bahwa “ada juga dugaan bahwa orang-orang yang datang mengambil gambar tidak semuanya wartawan. Sebab, kalau wartawan yang bertugas di Pekanbaru, pihak Lanud sangat mengenal.” ungkapnya.

Lantas timbul pertanyaan, apakah yang bukan wartawan (red: warga) tidak boleh meliput peristiwa tersebut? Sebagai warga biasa dengan adanya konsep Jurnalisme Warga atau Citizen Journalism setiap warga bisa melakukan kegiatan jurnalisme (meliput, mengolah, dan menyebarkan informasi atau berita). Kejadian itu terjadi dipemukiman warga, terjadi di ruang publik, jadi siapa saja berhak untuk meliputnya. Hanya dalih belaka menurut saya sebagian alasan dari pemukulan wartawan tersebut karena adanya warga yang ikut meliput. Sejujurnya itu hanya karena tidak ingin peristiwa tersebut terlalu terekspos oleh media.

Masalah keamanan atas kekhawatiran meledaknya pesawat, lantas kemudian personel TNI AU bermaksud untuk menjauhkan warga dan wartawan dari lokasi kejadian, setidaknya bisa dilakukan dengan baik-baik, tidak harus dengan cara pemukulan. Kembali saya menyayangkan pernyataan Marsma yang menjadikan warga sebagai tameng atau alasan atas terjadinya pemukulan tersebut, padahal sejatinya warga pun juga berhak untuk meliput sebuah peristiwa.

Perlu diapresiasi, dalam grup Facebook “Komunitas Citizen Journalist Indonesia”, saya mendapatkan tautan dari akun Facebook “Sekretariat Ppwi”, dengan statusnya bahwa “PPWI Nasional menyampaikan keberatan atas perlakuan pihak TNI-AU terhadap warga masyarakat (termasuk wartawan) yang berupaya mengumpulkan informasi atau data tentang bencana jatuhnya pesawat AU di Pekanbaru, Riau. Pesawat perang itu adalah milik rakyat, sehingga setiap WNI berhak mengetahui apa yg terjadi.”

Pemukulan atau penganiayaan terhadap wartawan atau warga masyarakat yang hendak meliput tidak boleh terulang lagi. Para stakeholder pemerintahan, lembaga-lembaga negara, institusi dan instansi, harusnya juga menyadari bahwa saat ini bukan hanya wartawan yang dapat meliput berita, namun warga biasa juga bisa ikut berpartisipasi aktif meliput dan mengabarkan suatu peristiwa. Warga kini bukan lagi hanya menjadi objek pemberitaan, namun juga bisa menjadi objek sekaligus subjek dari sebuah berita.

Tuesday, October 2, 2012

NGANDROID: Hidup Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Android

Salam sejahtera untuk teman-teman semuanya. Semoga semua dalam kondisi sehat senantiasa..amin.

Teman-teman, maaf sebelumnya jika sudah satu bulan blog ini sepi, sunyi, setengah mati mungkin, karena tidak ada postingan baru. Semua itu karena Saya sedang fokus mengerjakan skripsi dan mengurus proses penerbitan buku kedua.

Nah, dipostingan perdana setelah kesunyian menyapa..he. Izinkan Saya berbagi informasi tentang buku NGANDROID. Inilah buku kedua Saya yang akan segera beredar (edit: "sekarang sudah beredar lho..") di toko-toko buku seluruh Indonesia, khususnya toko buku Gramedia. Berikut ini identitas bukunya.

Judul:
NGANDROID: Hidup Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Android

Penulis:
Imam FR Kusumaningati

Penerbit:
Elex Media Komputindo

Harga:
33.800  

Kover 


Sinopsis

Saat ini, sistem operasi Android sudah mulai menguasai pasar internasional, mengalahkan teknologi system operasi handphone lainnya. Bahkan Google memprediksi pada tahun 2024, setiap orang di bumi ini setidaknya akan memiliki satu perangkat Android di saku mereka, wow!

Android juga membuat hidup ini semakin mudah mengasyikkan loh. Dengan kecanggihan Android, bisa memudahkan Anda untuk menyelesaikan keperluan sehari-hari. Misalkan, mengetes kesehatan saja kini sudah bisa Anda lakukan cukup menggunakan Android. Apalagi kalau bicara soal game, sudah banyak, gratis pula! Jika boleh diibaratkan, Android merupakan “surganya” para gamers. Kenapa? Sudah jelas, puluhan ribu game di Android bisa Anda download dan mainkan dengan gratis. Kalau Anda bosan, tinggal download lagi, bosan lagi, ya download lagi.

Nah, mengupas kecanggihan Android, buku ini membahas aplikasi-aplikasi yang dapat memudahkan keperluan sehari-hari Anda, mulai dari keperluan kesehatan, pembayaran, transportasi, berjejaring sosial, berkomunikasi, belajar agama, dan lainnya. Dalam buku ini juga terdapat daftar game-game asyik menggelitik Android. Tidak lupa, untuk memudahkan Anda mengoperasikan Android, disertakan pula tip-tip dasar menggunakan Android.

................................................................
Terima kasih banyak teman-teman atas kesempatan berbagi informasi ini. Semoga kelak buku NGANDROID bisa bermanfaat sebagai panduan menggunakan Android untuk memudahkan mengerjakan keperluan sehari-hari.