Ketika media arus utama sudah berpemilik
oleh yang berkepentingan, siapa lagi yang peduli dengan permasalahan warga
kecuali warganya sendiri.
Telah
hadir bentuk jurnalisme gaya baru yang memungkinkan siapa saja, meski hanya
warga biasa tanpa harus berpendidikan jurnalistik, bisa mengumpulkan, mengolah,
dan menyebarluaskan berita atau informasi atas sebuah peristiwa yang terjadi
disekitarnya. Citizen Journalism atau
Jurnalisme Warga adalah jurnalisme gaya baru yang dimaksud.
Bukan
hanya seorang jurnalis profesional yang berhak melakukan kegiatan jurnalisme,
warga biasa sekarang juga bisa melakukannya. Saat ini warga bukan lagi hanya
sebagai objek pemberitaan, namun sekaligus juga bisa menjadi subjek maupun
objek pemberitaan. Bagi warga yang berpartisipasi aktif melakukan kegiatan jurnalisme
biasa disebut sebagai Jurnalis Warga atau Pewarta Warga.
Bekal
dasar seorang pewarta warga yang terpenting adalah kemauannya untuk berbagi apa
saja yang ditemui, lihat dan lakukan setiap hari, atau biasa disebut dengan
konsep Spirit of Sharing. Namun
tetap, Jurnalisme Warga perlu penggarapan konten yang serius sehingga layak
disebut sebuah karya jurnalisme. Dalam hal ini, buku berjudul Pewarta Warga
yang diterbitkan oleh COMBINE Resource Institution layak sebagai referensi bagi
para pewarta warga untuk meningkatkan kualitas konten liputannya.
Buku
setebal 116 halaman yang terbit pada tahun 2011 ini, memiliki sembilan bab
pembahasan tentang jurnalisme warga, objektivitas jurnalisme warga, kelayakan
berita, teknik peliputan, wawancara, menulis berita, foto jurnalistik,
penyuntingan, dan terakhir adalah kode etik jurnalisme warga. Ditulis oleh
Yossy Suparyo (pemimpin redaksi surakomunitas.net) dan Bambang Muryanto
(aktivis Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta).
Buku
Pewarta Warga ditulis untuk pewarta warga di tingkat akar rumput yang
dikembangkan oleh COMBINE Resource Institution bersama media-media komunitas di
seluruh penjuru Indonesia. Buku ini juga sebagai panduan bagi para pewarta di
Suara Komunitas agar dapat bekerja efektif dan efisien. Sejak 2008, Suara Komunitas telah menjadi media
pengelolaan dan pertukaran informasi komunitas di Indonesia.
Bagi
pewarta warga lainnya di luar jaringan Suara Komunitas dan COMBINE Resource Institution,
membaca buku ini dapat menambah pengetahuan di bidang jurnalistik. Sangat membantu untuk meningkatkan kualitas konten
liputan yang dibuat oleh pewarta warga. Sehingga diharapkan hasil liputan
pewarta warga benar-banar bisa menyuarakan permasalahan dan kepentingan warga.






mas Imam, ini bukunya bisa dibeli dimana ya? :)
ReplyDeleteBuku Bisa di dapatkan di Sekretariat Combine Resource Institution, jogja karta, www.combine.or.id, terima kasih.
ReplyDelete