Tuesday, July 31, 2012

Resensi Buku “Pewarta Warga” COMBINE Resource Institution

Ketika media arus utama sudah berpemilik oleh yang berkepentingan, siapa lagi yang peduli dengan permasalahan warga kecuali warganya sendiri.


Telah hadir bentuk jurnalisme gaya baru yang memungkinkan siapa saja, meski hanya warga biasa tanpa harus berpendidikan jurnalistik, bisa mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan berita atau informasi atas sebuah peristiwa yang terjadi disekitarnya. Citizen Journalism atau Jurnalisme Warga adalah jurnalisme gaya baru yang dimaksud.

Bukan hanya seorang jurnalis profesional yang berhak melakukan kegiatan jurnalisme, warga biasa sekarang juga bisa melakukannya. Saat ini warga bukan lagi hanya sebagai objek pemberitaan, namun sekaligus juga bisa menjadi subjek maupun objek pemberitaan. Bagi warga yang berpartisipasi aktif melakukan kegiatan jurnalisme biasa disebut sebagai Jurnalis Warga atau Pewarta Warga.

Bekal dasar seorang pewarta warga yang terpenting adalah kemauannya untuk berbagi apa saja yang ditemui, lihat dan lakukan setiap hari, atau biasa disebut dengan konsep Spirit of Sharing. Namun tetap, Jurnalisme Warga perlu penggarapan konten yang serius sehingga layak disebut sebuah karya jurnalisme. Dalam hal ini, buku berjudul Pewarta Warga yang diterbitkan oleh COMBINE Resource Institution layak sebagai referensi bagi para pewarta warga untuk meningkatkan kualitas konten liputannya.


Buku setebal 116 halaman yang terbit pada tahun 2011 ini, memiliki sembilan bab pembahasan tentang jurnalisme warga, objektivitas jurnalisme warga, kelayakan berita, teknik peliputan, wawancara, menulis berita, foto jurnalistik, penyuntingan, dan terakhir adalah kode etik jurnalisme warga. Ditulis oleh Yossy Suparyo (pemimpin redaksi surakomunitas.net) dan Bambang Muryanto (aktivis Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta).

Buku Pewarta Warga ditulis untuk pewarta warga di tingkat akar rumput yang dikembangkan oleh COMBINE Resource Institution bersama media-media komunitas di seluruh penjuru Indonesia. Buku ini juga sebagai panduan bagi para pewarta di Suara Komunitas agar dapat bekerja efektif dan efisien. Sejak 2008, Suara Komunitas telah menjadi media pengelolaan dan pertukaran informasi komunitas di Indonesia.

Bagi pewarta warga lainnya di luar jaringan Suara Komunitas dan COMBINE Resource Institution, membaca buku ini dapat menambah pengetahuan di bidang jurnalistik. Sangat membantu untuk meningkatkan kualitas konten liputan yang dibuat oleh pewarta warga. Sehingga diharapkan hasil liputan pewarta warga benar-banar bisa menyuarakan permasalahan dan kepentingan warga.

2 comments:

  1. mas Imam, ini bukunya bisa dibeli dimana ya? :)

    ReplyDelete
  2. Buku Bisa di dapatkan di Sekretariat Combine Resource Institution, jogja karta, www.combine.or.id, terima kasih.

    ReplyDelete