Tuesday, November 20, 2012

Blog Sebagai Media Citizen Journalism

"Blog adalah simbol dari apa yang hebat tentang Internet." (Cameron Barret).



Blog, blog, sekali lagi blog, saya yakin ini bukan kata yang asing didengar. Terlepas Anda punya atau tidak punya blog. Mungkin Anda mengenalnya dari sebuah obrolan dengan teman, membaca dari artikel di majalah, koran, atau situs yang kebetulan terdapat kata blog, atau Anda terpaksa mengenal dan harus membuatnya karena tugas wajib dari dosen atau guru TIK?

Blog Sebagai Media Citizen Journalism
Teman-teman, penggunaan blog awalnya hanya sekadar untuk memenuhi kepuasan diri. Namun, akhirnya berkembang menjadi aktivitas rutin untuk saling bertukar informasi di kalangan blogger. Menyadari besarnya potensi blog untuk menjalin komunikasi secara lebih luas, maka motivasi para blogger akhirnya mengalami perubahan dari orientasi pemuasan diri, kemudian berkembang ke arah fungsi sosial yang lebih luas dengan cara saling melakukan tukar menukar informasi. Aktivitas inilah yang menjadi awal berkembangnya citizen journalism di blog. Perubahan fungsi itu terjadi karena keberadaan blog didukung oleh infrastruktur yang memungkinkan adanya interkoneksi antar blog dalam cakupan global.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Steve Outing dalam 11 bentuk citizen journalism, blog adalah termasuk salah satunya, yaitu the citizen bloghouse: bloghouse warga. Namun, tidak semua blog masuk dalam kategori produk citizen journalism. Nah, bagaimanakah blog yang masuk dalam kategori tersebut? Menurut Lewis Friedland dan Nakho Kim (2009), blog-blog dan situs forum bisa disebut sebagai produk citizen journalism apabila terjadi interaksi publik, termasuk situs yang dikelola bersama, yang banyak dipakai untuk mendiskusikan sebuah topik spesifik. Nah, jadi apabila Anda ingin blog Anda dikategorikan sebagai produk citizen journalism, pastikan blog Anda memenuhi kriteria tersebut.

Kekurangan dan Kelebihan Blog untuk Citizen Journalism
Menggunakan blog sebagai media citizen journalism tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan penggunaan situs jejaring sosial.

Di blog tidak ada batasan karakter kata, jadi Anda bisa bebas menulis panjang mungkin. Sedangkan di Twitter terbatas hanya bisa menulis hingga 140 karakter, namun ketika menulis singkat di Facebook atau Twitter, tulisan tersebut akan langsung bisa dibaca secara otomatis oleh mereka yang termasuk ke dalam lingkup pertemanan Anda.

Sementara itu, di blog, tulisan tidak bisa secara otomatis terpublikasi secara luas. Maka setelah memposting di blog, masih harus mempublikasikan tulisan yang Anda posting. Pertanyaannya sekarang, Anda mau pilih yang mana? Hehehe.

Mempublikasikan Blog
Jika Anda akhirnya memilih untuk ber-citizen journalism dengan menggunakan blog, maka Anda masih harus melakukan publikasi secara mandiri. Tapi tenang saja, ada beberapa cara jitu untuk mempublikasikan blog Anda secara mandiri.

Cara pertama untuk mempromosikan blog yang Anda miliki adalah dengan blogwalking. Maksud dari blogwalking adalah berjalan-jalan di dunia maya mengunjungi blog orang lain, kemudian memberi komentar pada sebuah postingan, sekaligus meninggalkan tautan alamat blog Anda.

Cara kedua untuk mempromosikan blog secara mandiri adalah dengan bergabung dengan komunitas blogger. Komunitas blogger biasanya terbentuk karena berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Misalkan blog Anda merupakan blog yang berkaitan dengan hobi fotografi, maka bergabunglah dengan komunitas blogger fotografi.

Namun, dari kedua cara tersebut di atas, menurut Michael Firewall (2008), cara ketiga untuk mempromosikan blog, sekaligus cara yang paling jitu adalah dengan mendaftarkan blog ke situs direktori blog. Supaya blog mudah ditemukan melalui mesin pencari seperti Google atau Yahoo. Anda bisa mendaftarkan blog Anda ke situs direktori blog seperti technorati.com, feedburner.com, atau blogdigger.com

Teman-teman, semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Salam Jurnalisme Warga!!!

9 comments:

  1. terima kasih informasinya mas

    salam
    Omjay

    ReplyDelete
  2. Sebelumnya salam kenal mas Imam. Saya sampai di sini setelah googling2 ttg Jurnalisme Warga Biasa. Ada 2 tulisan mas Imam yang sy pikir sesuai dengan tulisan yang rencananya mau saya buat. Entah jadi atau tidak dimasukkan sebagai sumber. BIla jadi, saya mohon izin memakainya, dengan akan saya cantumkan linknya mengarah ke blog anda.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan Mas Mugniar, dengan senang hati, semoga tulisan di blog Saya ini bisa membantu sebagai referensi menulis.

      Lebih lengkap tentang Jurnalisme Warga, saya kupas tuntas di buku saya yang berjudul Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!

      http://www.tigabelase.com/p/jadi-jurnalis-itu-gampang.html

      Terima kasih.

      Delete
  3. Salam. Mas Imam (ikutan amnggil mas)... minta tanda tangan sekaligus penjelasan dr buku Anda 'Androit' ya. Siap menulis dan menyebarkan semoga siap mengajari saya juga. Eh aku kan udah join sm blog kamu, dek, kl blog pake follow back segala nggak?

    ReplyDelete
  4. dan blog salah satu media sosial independen, selama bloger tdk memihak :)

    ReplyDelete
  5. Mbak Farah, terima kasih sudah join ke blog saya. Kayaknya tidak memakai sistem followback. Maksudnya tanda tangan dan penjelasan buku NGANDROID itu bagaimana Mbak Farrah.

    Salam blogger juga MBak Aulias Fitri. Salam Independen.

    ReplyDelete
  6. salam mas imam,saya sangat suka tema tentang citizen journalism,apalagi menggunakan media blog(bukan karena saya suka ngeblog hehehe),tapi saya amati socmed yg postingannya nggak longlasting pun sudah di gunakan oleh para masyarakat untuk menuliskan kabar-kabar di sekitar mereka,ataupun sekedar komen atas berita di tv,oh ya hampir lupa,saya tahu mas imam dari buku mas imam tentang citizen journalism,yg terpajang di etalase buku gramedia pekanbaru,kesan pertama judulnya sungguh menggoda selanjutnya,makin mantab baca isinya ,bravo mas imam,bravo citizen journalism

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Iwan Santoso. Media sosial sudah sangat relevan sebagai media Citizen Journalism. Meski terbatas, tetapi kekuatannya dahsyat. Senang membaca komentar mas Iwan Santoso tentang buku yang saya tulis, terima kasih, semoga bukunta bermanfaat.

      Delete