Mengenal Massa dan Jurnalisme Warga Melalui akumassa

akumassa mengejawentahkan bagaimana aku melebur dengan massa...

Jurnalisme Warga dan Nadia Abdullah Jurnalis Warga Revolusioner

Sungguh terenyuh hati ini menyimak perjuangan Nadia Abdullah jurnalis warga revolusioner, penduduk muda Sana’a Yaman...

Resensi Buku "Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!" oleh Omjay

Senang sekali mendapatkan kiriman 2 buah buku karya Imam FR Kusumaningati...

Ini Soal YouTube, Lebih Dari Sekadar Untuk Narsis

Setelah Sinta dan Jojo, Udin Sedunia, dan Briptu Norman Kamaru yang belakangan menjadi ngetop...

Citizen Journalism dan Metamorfosis Media

Metamorfosis Media membawa sebuah penyajian berita tidak lagi menjadi eksklusif milik wartawan...

Tuesday, July 31, 2012

Resensi Buku “Pewarta Warga” COMBINE Resource Institution

Ketika media arus utama sudah berpemilik oleh yang berkepentingan, siapa lagi yang peduli dengan permasalahan warga kecuali warganya sendiri.

Telah hadir bentuk jurnalisme gaya baru yang memungkinkan siapa saja, meski hanya warga biasa tanpa harus berpendidikan jurnalistik, bisa mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan berita atau informasi atas sebuah peristiwa yang terjadi disekitarnya. Citizen Journalism atau Jurnalisme Warga adalah jurnalisme gaya baru yang dimaksud.

Bukan hanya seorang jurnalis profesional yang berhak melakukan kegiatan jurnalisme, warga biasa sekarang juga bisa melakukannya. Saat ini warga bukan lagi hanya sebagai objek pemberitaan, namun sekaligus juga bisa menjadi subjek maupun objek pemberitaan. Bagi warga yang berpartisipasi aktif melakukan kegiatan jurnalisme biasa disebut sebagai Jurnalis Warga atau Pewarta Warga.

Bekal dasar seorang pewarta warga yang terpenting adalah kemauannya untuk berbagi apa saja yang ditemui, lihat dan lakukan setiap hari, atau biasa disebut dengan konsep Spirit of Sharing. Namun tetap, Jurnalisme Warga perlu penggarapan konten yang serius sehingga layak disebut sebuah karya jurnalisme. Dalam hal ini, buku berjudul Pewarta Warga yang diterbitkan oleh COMBINE Resource Institution layak sebagai referensi bagi para pewarta warga untuk meningkatkan kualitas konten liputannya.


Buku setebal 116 halaman yang terbit pada tahun 2011 ini, memiliki sembilan bab pembahasan tentang jurnalisme warga, objektivitas jurnalisme warga, kelayakan berita, teknik peliputan, wawancara, menulis berita, foto jurnalistik, penyuntingan, dan terakhir adalah kode etik jurnalisme warga. Ditulis oleh Yossy Suparyo (pemimpin redaksi surakomunitas.net) dan Bambang Muryanto (aktivis Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta).

Buku Pewarta Warga ditulis untuk pewarta warga di tingkat akar rumput yang dikembangkan oleh COMBINE Resource Institution bersama media-media komunitas di seluruh penjuru Indonesia. Buku ini juga sebagai panduan bagi para pewarta di Suara Komunitas agar dapat bekerja efektif dan efisien. Sejak 2008, Suara Komunitas telah menjadi media pengelolaan dan pertukaran informasi komunitas di Indonesia.

Bagi pewarta warga lainnya di luar jaringan Suara Komunitas dan COMBINE Resource Institution, membaca buku ini dapat menambah pengetahuan di bidang jurnalistik. Sangat membantu untuk meningkatkan kualitas konten liputan yang dibuat oleh pewarta warga. Sehingga diharapkan hasil liputan pewarta warga benar-banar bisa menyuarakan permasalahan dan kepentingan warga.

Tuesday, July 24, 2012

Create and Collaborate di Social Media Festival 2012

Belum lama ini ada notifikasi masuk dari sebuah grup Facebook. Diposting oleh seorang teman yang sudah sangat familiar namun Saya belum pernah bertemu dengannya. Dia berbagi tentang informasi akan diselenggarakannya sebuah festival yang sangat amat ditunggu-tunggu katanya. Sebuah ajang pertemuan atau bisa dibilang pendaratan para pengguna dan pembuat social media di Indonesia. Mulai dari kalimat terakhir sebelum kalimat ini, mungkin sudah tertebak festival apa yang dimaksud.
Benar sekali, Social Media Festival 2012 adalah yang dimaksud. Meski sebenarnya dari judulnya saja sudah tertebak. Beginilah tulisan sekadar dari blogger sekadar di blog sekadar yang sebenarnya bermaksud memberi tebakan, tapi jawabannya sudah ketahuan. Social Media Festival ini biasa disingkat dengang SocMedFest.

SocMedFest 2012 mengajak komunitas-komunitas untuk berkolaborasi dan  membuat sebuah karya bersama. Maka tema yang diangkat adalah Create and Collaborate – berkreasi dan berkolaborasi. Komunitas yang ingin ikut berpartisipasi dalam festival harus mengirimkan ide kreasi dan kolaborasi mereka dengan komunitas lain kepada tim SocMedFest untuk diseleksi.

Festival yang diselenggarakan oleh DailySocial bersama Saling Silang, Kaskus, dan Kummara ini akan berlangsung pada 19-21 Oktober 2012 di Gelanggang Renang Senayan, Jakarta. Komunitas apa pun bisa ikut berpartisipasi di SocMedFest 2012. Sampai saat ini masih terbuka pendaftaran bagi komunitas yang ingin ikut berpartisipasi. Pendaftaran dilakukan dengan mengunduh form di website www.socmedfest.com yang sudah disediakan, kemudian mengirimkan kembali formnya melalui email info@socmedfest.com. Sedangkan bagi yang tidak memiliki komunitas, tetap bisa hadir meramaikan dan menyaksikan bagaimana kolaborasi-kolaborasi yang akan dilakukan oleh para komunitas terdaftar.

SocMedFest 2012 merupakan penyelenggaraan SocMedFest yang kedua kalinya. Pertama kali SocMedFest diselenggarakan pada 22-24 September 2011 dengan mengangkat tema Social Media is You. Festival tahun lalu Saya belum berkesempatan untuk menghadirinya, karena bagaimana Saya bisa hadir informasinya saja tidak dapat. Mungkin ini karena Saya kurang pergaulan.

Berkreasi dan berkolaborasi jika sejenak saja dibayangkan sepertinya sungguh sangat menyenangkan. Makanya bagi teman-teman yang mempunyai komunitas segera saja untuk mendaftar. Semoga saja terpilih menjadi salah satu dari beberapa peserta yang akan berkreasi dan berkolaborasi nantinya. Dan teman-teman yang lain, sampai ketemu besuk di SocMedFest 2012.

Saturday, July 14, 2012

Mencoba Mengamati Peperangan Sengit Antara Android, BlackBerry, dan iPhone

Sembari sedang fokus menulis buku tentang Android, tiba-tiba Saya teringat dengan blog sekadar ini yang sudah harus ada sebuah tulisan baru. Selalu menghadirkan tulisan baru itu penting untuk keberlangsungan sebuh blog, begitu petuah para blogger senior. Baiklah, karena Saya sekadar ngeblog dari apa yang Saya dengar, lihat, dan lakukan. Membahas tentang Android menjadi menu sehari-hari Saya sekarang, jadi izinkan Saya berbagi tentang Android.


Syahdan! Android kini sedang berjaya. Google memprediksi pada tahun 2024, setiap orang di bumi ini akan memiliki setidaknya satu perangkat Android di saku mereka. Jumlah produksi yang makin massal dan kemampuan teknologi yang lebih canggih, juga membuat banyak analis meramalkan cepat atau lambat Android bakal menggeser keberadaan smartphone populer semacam BlackBerry serta iPhone.

Sejenak terbayang, apakah ini sebuah pertanda akan terjadi “kiamat” BlackBerry dan iPhone? Apalagi kabar terbaru tentang Android belakangan ini datang dari sebuah survei yang dilakukan oleh Nielsen, menunjukkan bahwa Android telah menguasai 51,8% pasar ponsel di AS. Padahal semua juga sudah tahu, di sana itu adalah tempat produsen dari Apple.

Teknologi Android memang berkembang semakin canggih. Selama ini setelah hampir satu tahun menggunakan Android, banyak sekali kemudahan-kemudahan Saya dapatkan dari aplikasi-aplikasi Android. Contoh kecilnya, mengecek tagihan listrik dan telepon bisa dilakukan cukup dengan aplikasi yang Ada di Android. Ngeblog juga bisa dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi Wordpress for Android dan Blogger-droid. Dan masih banyak kemudahan yang lainnya.

Sempat Saya berpikir kemudahan seperti ini mungkin bisa juga didapatkan dari BlackBerry dan iPhone. Bagi pengguna BlackBerry sangat dimanjakan dengan BBM-nya, sedangkan penggunaka iPhone pasti juga memiliki kelebihan tersendiri. Antara Android, BlackBerry, dan iPhone sepertinya sedang mengalami peperangan pasar sangat sengit sekarang.

Sebagai pengguna Android atau biasa disebutnya Androiders, jika mengamati peperangan kali ini sepertinya akan dimenangkan oleh Android. Apalagi belum lama ini, tepatnya 27 Juni 2012 kemarin, Android mengeluarkan “senjata” barunya yaitu Jelly Bean, Android Versi 4.1 sebagai versi terbaru Android. Namun pengamatan ini bisa jadi masih sangat dangkal. Bagaimana jika pengamatan dari teman-teman pengguna BlackBerry dan iPhone. Siapakah kiranya yang akan memenangkan peperangan pasar?

Wednesday, July 11, 2012

Ini Soal YouTube, Lebih dari Sekedar untuk Narsis

Setelah Sinta & Jojo, Udin Sedunia, dan Briptu Norman Kamaru yang belakangan menjadi ngetop melalui YouTube. Nampaknya akan segera menyusul Devi Febrina. Teman sekelas saya di bangku kuliah. Melalui video lipsync lagu berjudul Kau yang Memilih Aku milik Syahrini. Judul videonya sangat menggelitik, yaitu Syahrini berjilbab (tobat).


Waktu itu Saya pertama kali tahu video ini dari group facebook kelas. Mungkin teman saya hendak mencoba menjemput sebuah keberuntungan untuk bisa menjadi artis melalui videonya yang telah di unggahnya setahun yang lalu. Mengikuti jejak pendahulunya, yang berawal dari sekedar iseng-iseng narsis, hingga tiba-tiba bisa menjadi artis secara praktis dan ekonomis.

YouTube sebagai situs web video sharing (berbagi video) paling populer di dunia. Yang memungkinkan siapa pun bisa memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Telah banyak melahirkan artis secara praktis, dan tidak kalah tenar dengan artis yang lahir dari dunia nyata. Walaupun sebagian ada yang ketenarannya tidak bertahan lama. Petuah easy come, easy go bisa jadi benar halnya di sini.

Lebih dari sekedar untuk memuat video-video narsis yang kebetulan bisa jadi artis. YouTube juga bisa dimanfaatkan sebagai media Citizen Journalism. Untuk berbagi video-video hasil rekaman anda terhadap suatu peristiwa penting atau menarik. Ini akan lebih bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat secara luas.


Belum lama, masih ingatkah anda dengan video pencurian sebuah spion mobil Toyota Alphard, ketika melintas di jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta. Video ini menangkap dengan jelas wajah si pelaku dan aksinya. Sehingga pelaku dengan mudah bisa ditanggap oleh aparat kepolisian setempat. Di YouTube banyak sekali yang memberikan apresiasi terhadap video ini. Karena video ini mengingatkan pada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam segala situasi.

Masalah menjadi artis, memang bagi sebagian orang merupakan sebuah dambaan. Terkenal dan banyak uang, seolah hidup ini akan menjadi sangat indah. Namun, berbagi informasi, juga memiliki kepuasan tersendiri yang lebih memuaskan.

Oiya, mengenai Devi tadi. Akankah dia akan seperti Sinta & Jojo, Udin Sedunia, atau Briptu Norman?, tunggu saja!     

Thursday, July 5, 2012

Blog Sekadar tigabelase.com Terpilih Sebagai Pemenang Blog Award ISBA 2012 Sesi 8 Kategori BRONZE

Sesaat setelah terbangun di siang bolong, maklum baru saja begadang semalaman. Betapa kagetnya Saya mendapat email dengan subjek ISBA – BRONZE Sesi 8 – tigabelase.com

Saya kira sekadar informasi pemberitahuan tentang lomba. Namun ternyata, sedikit Saya kutipkan isinya adalah seperti ini.


(…)

Kepada Yth.
Sdr/i Pengelola Blog/Situs tigabelase.com

Setelah melakukan proses seleksi dan penilaian, bersama ini kami dari tim Internet Sehat menyampaikan bahwa blog Anda layak dan berhak mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 untuk kategori BRONZE sesi 8, Rabu (04/07/2012). Selamat untuk Anda!

(…)


Bagaimana tidak kaget, tigabelase.com ini belum genap berumur dua bulan. Maka dengan masih sangat penasaran, Saya kemudian memastikan lagi dengan membuka situs Internet Sehat. Ternyata benar. Berikut ini pengumuman pemenang ISBA 2012: Blog Award Sesi 8 kategori BRONZE.


……………………………………………………………………

[Internet Sehat ] Tim Internet Sehat telah memilih dua blog pemenang mingguan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012. Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, berikut ini blog yang layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2012 untuk kategori BRONZE sesi 8, Rabu (04/07/2012):



Imam FR Kusumaningati, berbagi tentang hal sekitar, membawa semangat mendasar jurnalisme warga yaitu semangat untuk berbagi melalui blognya yang beralamat di http://www.tigabelase.com. Melihat nama blognya, pasti banyak yang bertanya-tanya apa arti ‘e’ di belakang kata tigabelas? Sang penulis hanya akan menjawab itu tidak mempunyai makna apa-apa. Tigabelas adalah angka yang selalu menemani dalam keseharian penulis ditambah huruf ‘e’, itu saja.

Tapi isi blog ini tidak hanya sekedar ‘itu saja’. Artikel di dalamnya adalah pengalaman sang penulis, apa yang dilihat, didengar, dirasakan. Isi blog ini juga beragam, #berbagi: berisi tulisan berbagi tentang berbagai macam tema, #bukabuku: berisi resensi-resensi buku, #jurnalismewarga: berisi tulisan tentang jurnalisme warga, #bukujurnalismewarga: buku praktis jurnalisme warga. Tidak main-main, penulis sudah menerbitkan buku Jadi Jurnalis itu Gampang!!! Serba-serbi tentang Citizen Journalism dan panduan praktis menjadi Citizen Journalist untuk pemula. Dengan bahasa yang mudah dicerna, maka artikel-artikel di blog ini cocok dan mudah dinikmati oleh siapa saja.




Jaman sekarang ini, di saat keadaan ekonomi mulai menghimpit, sepertinya kita harus pintar-pintar mengelola pemasukan dan mengerti bagaimana cara memutarkan arus uang. Pemasukan bulanan kadangkala seenaknya, datang dan pergi sesuka hati. Tapi itu kini sudah tidak menjadi masalah jika kita kenal dengan Bisnis Online. Tidak memakan tempat, waktu dapat disesuaikan dan biaya investasi tidak sebesar bisnis konvensional. Mau tau caranya? Yuk belajar di http://www.sukabisnisonline.com.

Blog ini terlahir dari ambisi sang penulis untuk dapat menghasilkan uang lewat blog. Dengan tagline Mencari Penghasilan Lewat Internet, blog ini bisa jadi sumber referensi yang akurat untuk belajar dan memulai bisnis online karena bersumber dari pengalaman sang penulis dalam merintis bisnis onlinenya. Bagi anda yang masih berstatus sebagai mahasiswa, pasti pernah terlintas untuk memilki penghasilan sendiri. Kira-kira bisnis apa yang cocok untuk mahasiswa? Temukan jawabannya di sini, Inilah Bisnis yang Cocok untuk Mahasiswa.

Banyak artikel menarik lain, jika anda adalah calon pengusaha atau pengusaha online seperti Peluang Kerja Jadi Internet Marketing, Menilik Prospek Bisnis Online Indonesia, Cara Mewujudkan Kesuksesan dengan Hukum Lawa of Attraction dan masih banyak lagi. Berbicara tentang bisnis biasanya terkesan kaku dan serius, namun blog ini memberikan kesan lain. Ada motivasi di balik setiap susunan kalimatnya. Sudah siap jadi pengusaha online?

Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal yang bermanfaat sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis.

ISBA 2012 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), dan didukung oleh XL Axiata (www.xl.co.id), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), detikINET (www.detikinet.com) dan Kompas Tekno (www.tekno.kompas.com).

Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com [Internet Sehat]

……………………………………………………………………


Pada akhirnya Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman semua atas semuanya. Mari mulai menciptakan konten blog yang apik dan bermanfaat untuk orang lain.

Mengenal Massa dan Jurnalisme Warga Melalui akumassa

Terpaksa nostalgila, maaf maksud Saya nostalgia dengan kenangan tiga tahun lalu harus Saya lakukan terlebih dahulu, demi merangkai kata hingga menjadi paragraf demi paragraf tersusun dalam tulisan ini. Alkisah waktu itu Saya masih “ingusan”, katrok, dan medhok jika mengucapkan bahasa indonesia dengan logat anak jakarta kekinian. Semakin berusaha untuk fasih, justru semakin terlihat medhok. Beginilah masa adaptasi pemuda desa perantau Ibu Kota. Jauh dari pelosok desa di Klaten sana bermaksud ke Jakarta demi sesuap ilmu, ketika biasanya yang lain merantau demi sesuap nasi.

Sebelum lebih jauh membaca, beribu maaf mungkin saja pantas untuk dikata, karena tulisan ini bisa jadi terlalu personal. Ada baiknya jika teman-teman tidak terlau suka membaca tulisan personal, boleh silakan segera beralih ke postingan yang lain. Namun bukankah sekarang sedang membaca blog yang sejatinya lebih menonjolkan unsur personal dalam penulisannya. Semakin personal semakin menjadi sejatinya sebuah blog. Dan tentu personal yang dimaksud bukanlah personal yang sekadar berisi curahan hati belaka.

www.akumassa.org

Menyambung kisah. Selama kurang lebih satu bulan sebuah komunitas yang masih berusia bayi langsung diajak berlari kencang dengan workshop akumassa. Herannya komunitas yang masih berusia bayi itu justru riang gembira ketika diajak berlari kenjang. Ibarat seorang bayi betulan inilah bayi ajaib. Langsung berlari kencang tanpa tengkurap, merangkak, dan berlatih berjalan terlebih dahulu. Bisa jadi mungkin Saya dan teman-teman Komunitas Djuanda, komunitas dimana Saya berkomunitas, adalah juga anak-anak ajaib.

Dulu rasanya begitu mengerikan untuk bersosialisasi dengan orang lain, misalkan dengan satpam, polisi, pedagang, supir angkot, karyawan, preman, tukang ojek, dan lainnya. Mereka seperti sosok lain, dan Saya juga menjadi sosok lain bagi mereka. Sehingga rasanya sangat susah untuk bersosialisasi melebur bersama mereka. Padahal mereka dan Saya bukanlah orang lain, melainkan adalah bagian dari kita. Mereka adalah bagian dari Saya, dan Saya bagian dari mereka. Maka jadilah kita sebagai massa. Maka belakangan rasa mengerikan itu sudah tidak ada lagi.

akumassa mengejawentahkan bagaimana aku melebur dengan massa. Aku menjadi bagain dari massa, dan massa sejatinya adalah bagian yang tersusun dari aku-aku yang lain. Akumassa membuat Saya menjadi tidak hanya bisa, namun juga lihai dan luwes bersosialisasi dengan massa. Dengan pemahaman mendasar tadi sebagai modal utamanya, yaitu bahwa sesungguhnya tidak ada orang lain. Mereka menjadi orang lain itu hanya karena terlabeli secara artifisial. Mereka memang terlabeli polisi, satpam, pedagang, pejabat, karyawan, guru, dosen, bahkan presiden sekalipun. Tetapi hakikatnya mereka juga manusia biasa yang hanya karena terlabeli manjadi manusia yang lain.

Suasana workshop akumassa

Akumassa sendiri kalau biasa didefinisikan adalah program pemberdayaan masyarakat melalui komunitas setempat menggunakan medium video, suara, dan teks, diselenggarakan oleh Forum Lenteng, Jakarta. Jika boleh Saya memaknainya lebih dalam akumassa adalah pengejawentahan bagaimana sejatinya mengenal massa. Video, suara, dan teks sebagai medium untuk bercumbu dengan massa.

Jangan bersedih bagi teman-teman yang belum berkesempatan mengikuti workshop akumassa. Semua perihal tentang massa bisa mulai teman-teman kenali melalui akumassa.org, media untuk mempublikasikan tulisan-tulisan tentang massa.

Melalui akumassa sekaligus Saya mulai mengenal konsep Jurnalisme Warga. Meski tidak disebut dengan jelas ketika workshop akumassa berlangsung. Belakangan Saya terhenyak baru menyadari bahwa apa yang dilakukan di akumassa sangat erat dengan Jurnalisme Warga. Para partisipan workshop yang statusnya sebagai warga biasa diberdayakan untuk aktif bermedia. Jurnalisme Warga di akumassa dipraktekkan para partisipan akumassa dengan menulis narasi-narasi kecil yang berangkat dari kehidupan sehari-hari warga, kemudian dipubliksikan di akumassa.org sebagai jurnal tentang aku dan orang-orang sekitar.

Akumassa merupakan program yang berjejaring antara satu komunitas dengan komunitas yang lain. Sudah ada sepuluh jaringan akumassa tersebar di pelbagai daerah di Indonesia, seperti Depok, Tangerang Selatan, Lebak Banten, Cirebon, Blora, Surabaya, Lombok, dan Padang Panjang. Setelah sekian lama berjejaring di jaringan akumassa, banyak ilmu dan hal lain yang Saya dapat. Memang tidak ada ruginya berjejaring dan berkenalan dengan banyak orang dari pelbagai kalangan dan latar belakang. Apakah ini yang dimaksud dengan silaturahmi, yang katanya bisa membawa banyak manfaat.

Tuesday, July 3, 2012

GAMBARA Photo Award 2012: Flores Bangkit dan Cinta Bhinneka Tunggal Ika

Setahun yang lalu Saya sempat mengikuti sebuah workshop fotografi di Bautanah Galeri Jalanan. Masih teringat benar, salah satu peserta workshop ada yang menanyakan tentang Gambara Nias Bangkit 2010. “om, kalau kirim foto ke GAMBARA yang Nias Bangkit kemarin itu bisa menangnya kriterianya gimana”, kata salah satu peserta workshop. “ya itu keberuntung saja sih, besok kalau ada lagi kamu kirim-kirim aja foto yang kamu punya, siapa tau terpilih nanti”, jawab Om Tirto, sapaan akrab dari nama panjangnya Tirtoandayanto Mulyono Rustamadjie, pengajar tunggal workshop yang berjalan selama 8 pertemuan tersebut. Kebetulan memang Om Tirto merupakan salah satu kurator dari lomba fotografi GAMBARA Nias Bangkit 2010.

http://www.gambaraphotography.com/index.php

Sejak 5 Februari 2012, lomba fotografi yang sangat bergengsi dan mewah ini kembali diadakan dengan nama Gambara Photo Award 2012: Flores Bangkit, bertema Cinta BHINNEKA TUNGGAL IKA. GAMBARA Photo Award 2012 : Flores Bangkit yang merupakan pengembangan dari Lomba Foto GAMBARA Nias Bangkit 2010 adalah suatu lomba foto dengan realitas sosial sebagai hirauan utamanya yang diselenggarakan secara bertahap.

Tahap pertama lomba, peserta mendaftaran secara online melalui website kepanitiaan www.gambara.co.id, para peserta akan diminta mengupload karya foto mereka (Color) dengan pembatasan 5 buah karya untuk masing-masing peserta. Pada tahap pertama ini tema yang diangkat lebih bersifat umum, yaitu “Life Around Us”, peserta dibebaskan untuk menentukan tempat dan objek pemotretan di manapun mereka berada, peserta tidak diharuskan mengirimkan foto mengenai Flores. Kemudian nanti akan ditentukan 3 orang juara yang dijurikan secara online oleh para member website www.gambara.co.id untuk memperoleh hadiah hiburan, dan memilih 20 Duta Gambara dari seluruh peserta yang sudah mendaftar,  dijurikan oleh para Kurator untuk mengikuti putaran final. Pumatar final dilakukan dengan Photo Trip di Flores selama 6 hari untuk menentukan 5 juara utama.

Barulah dalam tahap kedua tema yang diusung adalah “Cinta BHINNEKA TUNGGAL IKA” dengan pendekatan pada aspek Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Kemasyarakatan. Dalam tahap ini nantinya para Duta Gambara ditugaskan untuk membuat karya essay foto minimal sebanyak 3 seri dan 20 karya foto tunggal. Putaran final di Flores akan mengeksplor seluruh daerah di Flores dari sebelah Barat hingga ujung Timur Pulau Flores. Mulai dari daerah Labuan Bajo, Ruteng, Borong, Bajawa, Ende, Maumere, Larantuka, hingga Adonara dan sekitarnya. Termasuk daerah luar Pulau Flores, seperti Pulau Sumba dan Pulau Alor.

Dan mengapa lokasi yang dipilih adalah Flores? Menurut banyak penelitian dan tulisan, sejarah Flores sejak dahulu merupakan tempat manusia dari belahan dunia mana saja berada. Ini karena didukung letak geografisnya yang berada di tengah dan menjadi tempat persingahan orang-orang yang berlayar dari Timur ke Barat maupun sebaliknya. Akibatnya, Flores menjadi satu-satunya pulau di nusantara yang merupakan tempat pertemuan beragam suku yang datang ke tempat itu entah secara sengaja maupun tidak. Dengan kata lain, Flores telah menjadi tempat perjumpaan beragam etnis dan budaya.

Teman-teman, alangkah senangnya jika bisa masuk ke 20 besar, melakukan Photo Trip keliling Flores. Mengingat kembali kata Om Tirto, Saya pun mencoba keberuntugan dengan mengirimkan 5 foto untuk mengantarkan Saya sebagai salah satu peserta Photo Trip di Flores. Menuliskan hal ini di blog, juga merupakan salah satu bentuk dream mapping, atau sebagai do’a sekaligus sugesti untuk mendapatkan keberuntungannya. Semoga juga teman-teman yang membaca tulisan ini ikut mendoakan.

Sejenak mata berkedip, bolehlah dilihat terlebih dahulu kelima foto yang Saya kirim ke GAMBARA Photo Award 2012: Flores Bangkit. Jika memang suka, boleh juga untuk ikut vote dengan membuka link di bawahnya, kemudian setelah masuk ke halaman fotonya, cari tombol rating untuk melakukan vote. Tentu untuk bisa melakukan vote, harus mendaftar dan login terlebih dahulu.

Setia Menggunakan Kayu

Mencari Kutu

Melepas Rindu

Khutbah Iedul Fitri

Mencari Kutu Sambil Bercanda

Teman-teman, ada kabar gembira. Masa pendaftaran dan upload foto diperpanjang sampai 5 Agustus 2012. Padahal sebelumnya paling lampat 8 Juli 2012. Jadi bagi teman-teman yang punya stok foto apa sajalah, sekirnya menarik, masih ada waktu untuk mendaftar, dan kemudian mengupload fotonya. Jangan lupa nanti beritahu Saya biar bisa saling vote. Siapa tau nanti kita bisa Photo Trip bersama keliling Flores.

Sunday, July 1, 2012

Resensi Buku “Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!” Oleh Omjay (Wijaya Kusumah)

Beberapa waktu lalu seseorang yang setelah saya kenal bernama Omjay, mengirim pesan melalui kompasiana memesan buku Saya. Dan alangkah kagetnya setelah menerima buku yang saya kirim, Omjay meresensinya dengat amat sangat cantik memukau, membuah hati ini terenyuh.

Berikut ini resensi buku Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! oleh Omjay atau nama lengkapnya adalah Wijaya Kusumah. Saya kutip dari postingan di Kompasiana beralamat di http://media.kompasiana.com/buku/2012/04/06/resensi-buku-jadi-jurnalis-itu-gampang/ Tidak lain adalah berbagi informasi, dan mungkin boleh juga dianggap sedikit promosi, membuat resensi ini saya muat di blog sekadar berbagi tigabelase.com

………………………………………………………………..


Senang sekali mendapatkan kiriman 2 buah buku karya Imam FR Kusumaningati. Judulnya adalah Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!. Sebuah buku yang diterbitkan oleh PT. Elex Media Komputindo. Salah satu penerbit milik Kompas Group.

Kover buku Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!

Sebuah kalimat dengan tulisan tangan dan tanda tangan penulisnya membuat saya sangat bahagia sekali. Isinya: Istimewa untuk omjay. Yuk! Berbagi informasi. Buku yang ditulis oleh Mas Imam ini sungguh menginspirasi. Terutama bagi mereka yang ingin menjadi Jurnalis Warga atau istilah kerennya Citizen Journalist.

Buku ini merupakan panduan praktis menjadi citizen journalist untuk pemula dan merupakan serba-serbi ringkas tentang citizen journalism. Dengan bahasa yang mudah dicerna pembaca, buku ini sangat bagus dibaca oleh mereka yang berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Baik itu jurnalis profesional maupun jurnalis warga.

Tanda tangan langsung penulis buku untuk Omjay

Buku Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! Membuat saya tahu tentang bagaimana berkenalan dengan citizen journalism, bentuk-bentuk, bekal yang harus disiapkan, dan medianya. Selain itu, terdapat tip membuat karya citizen journalism, memanfaatkan media sosial sebagai medianya,  dan menjadi lebih menarik lagi dengan adanya daftar situs-situs citizen journalism yang di dalamnya ada blog keroyokan kompasiana, hehehe. 

Membaca buku Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! Membuat saya akan kembali membeli bukunya sebagai hadiah bila saya menjadi narasumber dalam seminar dan workshop yang saya ikuti. Dengan harga cuma Rp. 25.000, buku ini sangat memacu dan memicu saya untuk menjadi seorang jurnalis warga.

Buku setebal 115 halaman ini menemani liburan saya bersama keluarga tercinta. Saya merekomendasikan buku ini karena semua orang bisa menjadi jurnalis. Ikut mengabarkan sesuatu yang mungkin tadinya tidak penting menjadi penting.

Seperti kisah cut putri yang merekam langsung kejadian tsunami di Aceh pada tahun 2004. Mulai sejak itu, media arus utama atau mainstream media mulai menyadari akan pentingnya citizen journalism. Mereka kemudian tergugah untuk menyediakan tempat untuk laporan berita yang datang dari warga masyarakat. Beberapa stasiun televisi bahkan membuat program khusus jurnalisme warga.

Dengan adanya media sosial seperti blog, facebook, dan twitter membuat orang semakin mudah saja menjadi jurnalis. Bahkan banyak wartawan dari media arus utama yang mengambil tulisan dari para citizen journalist karena menarik dan menyedot perhatian masyarakat. Seperti kasus email anggota DPR kita yang sedang studi banding ke Australia. Beritanya begitu cepat menyebar dan menjadi buah bibir di masyarakat.

Buku Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! Yang ditulis oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini membuat saya kagum dengan pria kelahiran klaten, 18 april 1991 yang punya hobi memotret.

Saya tutup resensi buku ini dengan komentar Faried Wijdan Al Jufry, “Jurnalisme yang tulus dan tidak memihak adalah jurnalisme warga. Buku ini layak menjadi rujukan bagai para jurnalis warga pemula”. Selamat menjadi jurnalis ya! Beritakan dan ceritakan apa adanya dengan gaya bahasamu sendiri.

Salam blogger persahabatan


………………………………………………………………..

Terima kasih Omjay telah menyempatkan waktu meresensi buku Saya.

Omjay (Wijaya Kusumah): Teacher, Motivator, Trainer, Blogger.

Dan juga terima kasih kemarin telah mengundang Saya sebagai bintang tamu dalam acara Intip Buku di Bank Indonesia. Sungguh, Omjay memang sosok yang besar dan membesarkan orang lain.