Mengenal Massa dan Jurnalisme Warga Melalui akumassa
akumassa mengejawentahkan bagaimana aku melebur dengan massa...
Jurnalisme Warga dan Nadia Abdullah Jurnalis Warga Revolusioner
Sungguh terenyuh hati ini menyimak perjuangan Nadia Abdullah jurnalis warga revolusioner, penduduk muda Sana’a Yaman...
Resensi Buku "Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!" oleh Omjay
Senang sekali mendapatkan kiriman 2 buah buku karya Imam FR Kusumaningati...
Ini Soal YouTube, Lebih Dari Sekadar Untuk Narsis
Setelah Sinta dan Jojo, Udin Sedunia, dan Briptu Norman Kamaru yang belakangan menjadi ngetop...
Citizen Journalism dan Metamorfosis Media
Metamorfosis Media membawa sebuah penyajian berita tidak lagi menjadi eksklusif milik wartawan...
Tuesday, December 4, 2012
Bentuk-bentuk Citizen Journalism
Teman-teman pembaca, blogger, dan para citizen Journalist!. Setelah membaca
tulisan Steve Outing, seorang editor senior The Poynter Institute for
Media Studies berjudul The 11 Layers of Citizen Journalism yang diterbitkan tahun 2005. Jadi begini, menurut Steve
Outing bentuk-bentuk Citizen
Journalism itu dibagi ke dalam 11 bentuk, yaitu:
1. Opening Up to Public Comment
Situs di internet menyediakan tempat (kolom) komentar
dari publik. Pembaca diperbolehkan untuk bereaksi, mengkritik, memuji, atau memberi
tambahan ke dalam berita yang ditulis oleh jurnalis profesional dalam kolom tersebut.
2. The Citizen Add-On Reporter
Menambahkan
pendapat warga sebagai bagian berita yang ditulis oleh jurnalis profesional.
Warga diminta menuliskan pengalamannya yang berkaitan dengan berita tersebut.
3. Open-Source Reporting
Sebuah
bentuk kolaborasi liputan dengan sumber terbuka, di mana
jurnalis profesional bekerja sama dengan pembaca yang memiliki pengetahuan tentang suatu masalah yang sedang terjadi, saling melengkapi dalam menghasilkan sebuah berita yang akurat. Berita
tetap ditulis oleh reporter profesional.
4. The Citizen Bloghouse
Bloghouse
warga, yaitu blog-blog gratis yang bisa dimiliki oleh
setiap orang, yang kemudian dapat digunakan untuk
menuangkan cerita maupun gagasan kepada khalayak umum di seluruh penjuru dunia.
5. Newsroom Citizen ‘Transparency’ Blogs
Sebuah blog yang dimiliki oleh sebuah organisasi
media sebagai bentuk transparansi dan komunikasi dengan pembacanya. Keluhan, kritik, atau pujian
terhadap apa yang ditampilkan organisasi media tersebut dapat disampaikan di
sini.
6. The Stand Alone Citizen Journalism Site:
Edited Version
Laporan
berita dari warga dengan melalui proses penyuntingan.
Berita yang masuk melalui proses penyuntingan
terlebih dahulu, dengan tetap mempertahankan keaslian tulisan.
7. The Stand Alone Citizen Journalism Site:
Unedited version
Laporan
berita dari warga pada sebuah situs, tanpa melalui proses penyuntingan. Dalam versi ini, berita bisa langsung muncul seketika setelah diposting.
8. Add a Print Edition
Merupakan gabungan dari The stand-alone citizen-journalism site dengan edisi cetak.
9. The Hybrid: Pro + Citizen Journalism
Penggabungan jurnalis profesional
dengan jurnalis warga. Berita dari jurnalis profesional diperlakukan sama
dengan berita dari jurnalis warga.
10. Integrating Citizen
and Pro Journalism Under One Roof
Penggabungan jurnalisme profesional dengan
jurnalisme warga dalam satu atap. Menggunakan
jurnalis profesional, namun juga menerima tulisan dari jurnalis warga.
11. Wiki Journalism: Where the Readers are
Editors
Jurnalisme Wiki adalah model jurnalisme yang menempatkan
pembaca sebagai penyunting.
Setiap orang bisa menulis, menyunting,
maupun memberi komentar pada tulisan. Model jurnalisme ini dipopulerkan oleh Wikipedia.
Bloghouse
warga, adalah beragam jenis blog yang sekarang banyak dimiliki setiap orang.
Penyedia layanannya juga beragam, seperti blogger.com, multiply.com,
wordpress.com, dan lainnya. Bahkan, setiap orang bisa memiliki lebih dari satu
blog. Nah, berapakah blog yang Anda miliki?..he.
Namun perlu diingat
bahwa tidak semua blog bisa masuk dalam kategori citizen
journalism. Kenapa? Karena
banyak sekali blog yang hanya berisi curhat-curhat si pemilik blog.
Blog baru bisa disebut sebagai produk dari citizen journalism apabila
dalam blog tersebut membahas sebuah topik tertentu yang sedang hangat dan
terjadi interaksi publik.
Situs citizen journalism yang langsung bisa memunculkan
artikel setelah diposting adalah seperti kompasiana.com. Dalam hal ini redaksi
hanya berperan memoderasi atau melakukan pengawasan semata terhadap informasi
yang di posting. Apabila terdapat
unsur SARA, pencemaran nama baik, atau yang lainnya, redaksi berhak untuk
menghapus tulisan tersebut dari situs.
Sementara itu, bentuk
hybrid journalism, yaitu penggabungan
antara jurnalis profesional dengan jurnalis warga, dapat dilihat pada situs
berita Korea Selatan, ohmynews.com. Sejak
berdirinya pada tahun 2000, situs ini telah menggunakan konsep hybrid journalism. Terry Flew and Jason
Wilson (2008) menjelaskan OhmyNews dikenal
sebagi situs pelopor citizen journalism yang
paling populer di dunia. Saat ini memiliki 60.000 citizen journalist yang tersebar di seleruh dunia dengan 60
jurnalis tetap dan penyunting. Dalam bahasa Korea, OhmyNews memiliki lebih dari 750.000 pengunjung setiap hari. OhmyNews juga tersedia dalam versi
bahasa Inggris dengan OhmyNews
International.
Model Wiki
Journalism adalah seperti wikipedia.org atau wikimu.com. Di sini siapa saja
bisa menulis apa saja, menyunting tulisan yang sudah diposting sebelumnya oleh
penulis lain, atau hanya sekadar memberi komentar. Namun partisipasi warga di
sini nampaknya masih kalah dengan situs citizen journalism lainnya. Karena model wiki lebih populernya
justru sebagai situs untuk mencari referensi. Jadi sering kali orang membukanya
untuk mencari referensi, bukan untuk memposting tulisan.
Sekian teman-teman,
semoga tulisan ini bermanfaat. Pembahasan lebih detail berkaitan dengan
bentuk-bentuk Citizen Journalism, saya
bahas dalam buku citizen journalism berjudul
Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! Buku pertama saya yang diterbitkan oleh
Elex Media Komputindo.
Tuesday, November 20, 2012
Blog Sebagai Media Citizen Journalism
"Blog adalah simbol dari apa yang hebat tentang
Internet." (Cameron
Barret).
Blog, blog, sekali lagi blog, saya yakin ini
bukan kata yang asing didengar. Terlepas Anda punya atau
tidak punya blog. Mungkin Anda mengenalnya
dari sebuah obrolan dengan teman, membaca dari artikel di majalah, koran, atau situs yang kebetulan terdapat kata blog, atau Anda
terpaksa mengenal dan harus membuatnya karena tugas wajib dari dosen atau guru
TIK?
Blog Sebagai Media Citizen
Journalism
Teman-teman, penggunaan blog
awalnya hanya sekadar untuk memenuhi kepuasan diri. Namun, akhirnya
berkembang menjadi aktivitas rutin untuk saling bertukar informasi di
kalangan blogger. Menyadari besarnya potensi blog untuk menjalin komunikasi
secara lebih luas, maka motivasi para blogger akhirnya
mengalami perubahan dari orientasi pemuasan diri, kemudian berkembang ke arah
fungsi sosial yang lebih luas dengan cara saling melakukan tukar menukar
informasi. Aktivitas inilah yang menjadi awal
berkembangnya citizen journalism di
blog. Perubahan fungsi itu terjadi karena keberadaan blog didukung oleh infrastruktur
yang memungkinkan adanya interkoneksi antar blog dalam cakupan global.
Seperti
yang sudah dijelaskan oleh Steve Outing dalam 11 bentuk citizen journalism, blog adalah termasuk salah satunya, yaitu the
citizen bloghouse: bloghouse warga. Namun, tidak
semua blog masuk dalam kategori produk citizen journalism. Nah, bagaimanakah blog yang masuk dalam
kategori tersebut? Menurut Lewis Friedland dan Nakho Kim (2009), blog-blog dan situs forum bisa disebut
sebagai produk citizen journalism apabila terjadi interaksi publik, termasuk situs yang dikelola bersama,
yang banyak dipakai untuk mendiskusikan sebuah topik spesifik. Nah, jadi
apabila Anda ingin blog Anda dikategorikan sebagai produk citizen
journalism, pastikan blog Anda memenuhi kriteria tersebut.
Kekurangan dan Kelebihan Blog untuk Citizen
Journalism
Menggunakan blog
sebagai media citizen journalism tentunya
memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan
penggunaan situs jejaring sosial.
Di blog tidak ada batasan karakter kata, jadi Anda bisa bebas menulis
panjang mungkin. Sedangkan di Twitter terbatas
hanya bisa menulis hingga 140 karakter, namun ketika menulis singkat di Facebook
atau Twitter, tulisan tersebut akan langsung bisa dibaca secara otomatis oleh
mereka yang termasuk ke dalam lingkup pertemanan Anda.
Sementara itu, di
blog, tulisan tidak bisa secara otomatis terpublikasi secara luas. Maka setelah
memposting di blog, masih harus mempublikasikan tulisan yang Anda posting.
Pertanyaannya sekarang, Anda mau pilih yang mana? Hehehe.
Mempublikasikan Blog
Jika Anda akhirnya
memilih untuk ber-citizen journalism dengan menggunakan blog, maka Anda masih harus melakukan publikasi secara
mandiri. Tapi tenang saja, ada beberapa cara jitu untuk mempublikasikan
blog Anda secara mandiri.
Cara pertama untuk
mempromosikan blog yang Anda miliki adalah dengan blogwalking. Maksud dari blogwalking
adalah berjalan-jalan di dunia maya mengunjungi blog orang lain, kemudian
memberi komentar pada sebuah postingan, sekaligus meninggalkan tautan alamat
blog Anda.
Cara kedua untuk
mempromosikan blog secara mandiri adalah dengan bergabung dengan komunitas
blogger. Komunitas blogger biasanya terbentuk karena berdasarkan
kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus,
kesamaan hobi, dan sebagainya. Misalkan
blog Anda merupakan blog yang berkaitan dengan hobi fotografi, maka
bergabunglah dengan komunitas blogger fotografi.
Namun, dari kedua
cara tersebut di atas, menurut Michael Firewall (2008), cara ketiga untuk
mempromosikan blog, sekaligus cara yang paling jitu adalah dengan mendaftarkan
blog ke situs direktori blog. Supaya blog mudah ditemukan melalui mesin pencari
seperti Google atau Yahoo. Anda bisa mendaftarkan blog Anda ke situs direktori
blog seperti technorati.com, feedburner.com, atau blogdigger.com
Teman-teman,
semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Salam Jurnalisme Warga!!!
Thursday, November 8, 2012
Mengkritisi Pemukulan Wartawan di Riau dari Sudut Pandang Jurnalisme Warga
Belum lama ini kembali lagi
terjadi pemukulan terhadap seorang wartawan yang hendak meliput. Sudah kita
ketahui bersama kabar tentang peristiwa ini, karena hal ini juga sudah banyak
diberitakan oleh berbagai media nasional maupun lokal, online maupun cetak.
![]() |
| Sumber foto: www.tribunnews.com |
Seorang wartawan yang
hendak meliput jatuhnya kecelakaan pesawat Hawk 200 yang jatuh di permukiman
penduduk di Pandau, Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10) dipukuli oleh personel TNI
Angkatan Udara (AU) yang sedang berada dilokasi kejadian. Disini saya menilai peristiwa
ini dari kejauhan, karena saya bukanlah orang yang berada dilokasi saat
peristiwa terjadi. Namun melihat dari tayangan berita di televisi, pemukulan
wartawan oleh aparat TNI AU tersebut terjadi dengan brutal.
Saya melihat peristiwa ini
dari sudut pandang Jurnalisme Warga. Jadi saya lebih menggaris bawahi pada
pernyataan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Azman Yunus di Jakarta,
Selasa (16/10) dalam konferensi pers yang dilakukannya dan ditayangkan oleh Metro
TV tidak lama setelah peristiwa pemukulan terjadi. Menyimak pemaparannya pada
intinya Marsma meminta maaf, dan sempat mengatakan bahwa “ada juga dugaan bahwa
orang-orang yang datang mengambil gambar tidak semuanya wartawan. Sebab, kalau
wartawan yang bertugas di Pekanbaru, pihak Lanud sangat mengenal.” ungkapnya.
Lantas timbul pertanyaan,
apakah yang bukan wartawan (red: warga) tidak boleh meliput peristiwa tersebut?
Sebagai warga biasa dengan adanya konsep Jurnalisme Warga atau Citizen
Journalism setiap warga bisa melakukan kegiatan jurnalisme (meliput,
mengolah, dan menyebarkan informasi atau berita). Kejadian itu terjadi
dipemukiman warga, terjadi di ruang publik, jadi siapa saja berhak untuk
meliputnya. Hanya dalih belaka menurut saya sebagian alasan dari pemukulan
wartawan tersebut karena adanya warga yang ikut meliput. Sejujurnya itu hanya
karena tidak ingin peristiwa tersebut terlalu terekspos oleh media.
Masalah keamanan atas
kekhawatiran meledaknya pesawat, lantas kemudian personel TNI AU bermaksud
untuk menjauhkan warga dan wartawan dari lokasi kejadian, setidaknya bisa
dilakukan dengan baik-baik, tidak harus dengan cara pemukulan. Kembali saya
menyayangkan pernyataan Marsma yang menjadikan warga sebagai tameng atau alasan
atas terjadinya pemukulan tersebut, padahal sejatinya warga pun juga berhak
untuk meliput sebuah peristiwa.
Perlu diapresiasi, dalam
grup Facebook “Komunitas Citizen Journalist Indonesia”, saya mendapatkan tautan
dari akun Facebook “Sekretariat Ppwi”, dengan statusnya bahwa “PPWI Nasional
menyampaikan keberatan atas perlakuan pihak TNI-AU terhadap warga masyarakat
(termasuk wartawan) yang berupaya mengumpulkan informasi atau data tentang
bencana jatuhnya pesawat AU di Pekanbaru, Riau. Pesawat perang itu adalah milik
rakyat, sehingga setiap WNI berhak mengetahui apa yg terjadi.”
Pemukulan atau penganiayaan
terhadap wartawan atau warga masyarakat yang hendak meliput tidak boleh
terulang lagi. Para stakeholder pemerintahan, lembaga-lembaga
negara, institusi dan instansi, harusnya juga menyadari bahwa saat ini bukan
hanya wartawan yang dapat meliput berita, namun warga biasa juga bisa ikut
berpartisipasi aktif meliput dan mengabarkan suatu peristiwa. Warga kini bukan
lagi hanya menjadi objek pemberitaan, namun juga bisa menjadi objek sekaligus
subjek dari sebuah berita.
Tuesday, October 2, 2012
NGANDROID: Hidup Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Android
Salam
sejahtera untuk teman-teman semuanya. Semoga semua dalam kondisi sehat
senantiasa..amin.
Teman-teman, maaf sebelumnya jika sudah satu bulan blog ini sepi, sunyi, setengah mati mungkin, karena tidak ada postingan baru. Semua itu karena Saya sedang fokus mengerjakan skripsi dan mengurus proses penerbitan buku kedua.
Nah, dipostingan perdana setelah kesunyian menyapa..he. Izinkan Saya berbagi informasi tentang buku NGANDROID. Inilah buku kedua Saya yang akan segera beredar (edit: "sekarang sudah beredar lho..") di toko-toko buku seluruh Indonesia, khususnya toko buku Gramedia. Berikut ini identitas bukunya.
Teman-teman, maaf sebelumnya jika sudah satu bulan blog ini sepi, sunyi, setengah mati mungkin, karena tidak ada postingan baru. Semua itu karena Saya sedang fokus mengerjakan skripsi dan mengurus proses penerbitan buku kedua.
Nah, dipostingan perdana setelah kesunyian menyapa..he. Izinkan Saya berbagi informasi tentang buku NGANDROID. Inilah buku kedua Saya yang akan segera beredar (edit: "sekarang sudah beredar lho..") di toko-toko buku seluruh Indonesia, khususnya toko buku Gramedia. Berikut ini identitas bukunya.
Judul:
NGANDROID:
Hidup Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Android
Penulis:
Imam FR
Kusumaningati
Penerbit:
Elex Media
Komputindo
Harga:
33.800
Kover
Sinopsis
Saat
ini, sistem operasi Android sudah mulai menguasai pasar internasional,
mengalahkan teknologi system operasi handphone lainnya. Bahkan Google
memprediksi pada tahun 2024, setiap orang di bumi ini setidaknya akan memiliki
satu perangkat Android di saku mereka, wow!
Android
juga membuat hidup ini semakin mudah mengasyikkan loh. Dengan kecanggihan
Android, bisa memudahkan Anda untuk menyelesaikan keperluan sehari-hari.
Misalkan, mengetes kesehatan saja kini sudah bisa Anda lakukan cukup
menggunakan Android. Apalagi kalau bicara soal game, sudah banyak, gratis pula!
Jika boleh diibaratkan, Android merupakan “surganya” para gamers. Kenapa? Sudah
jelas, puluhan ribu game di Android bisa Anda download dan mainkan dengan
gratis. Kalau Anda bosan, tinggal download lagi, bosan lagi, ya download lagi.
Nah,
mengupas kecanggihan Android, buku ini membahas aplikasi-aplikasi yang dapat
memudahkan keperluan sehari-hari Anda, mulai dari keperluan kesehatan,
pembayaran, transportasi, berjejaring sosial, berkomunikasi, belajar agama, dan
lainnya. Dalam buku ini juga terdapat daftar game-game asyik menggelitik
Android. Tidak lupa, untuk memudahkan Anda mengoperasikan Android, disertakan
pula tip-tip dasar menggunakan Android.
................................................................
Terima
kasih banyak teman-teman atas kesempatan berbagi informasi ini. Semoga kelak
buku NGANDROID bisa bermanfaat sebagai panduan menggunakan Android untuk memudahkan
mengerjakan keperluan sehari-hari.
Sunday, August 19, 2012
Blog Sekadar tigabelase.com Mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1433 H
Hari
Raya telah tiba, tigabelase.com mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Iedul
Fitri 1433 H, mohon maaf lahir dan batin.
| Suasana Shalat Iedul Fitri 1432 H di Lapangan Desa Pasung, Wedi, Klaten. |
Selamat berkumpul bersama
keluarga masing-masing, silaturahmi, bernostalgia, bertemu teman lama,
menghidupkan cerita-cerita lama yang bersemi kembali. Bagi yang pulang ke kampung
halaman, selamat sejenak menikmati kesejukan aroma, keindahan, kebersamaan, kemesraan,
dan ketenangan khas cita rasa desa. Merdesa!
Monday, August 13, 2012
Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo sebagai Fakta Sejarah
Jika
selama ini Wali Songo masih dianggap kisah fiktif atau mitos, buku Atlas
Walisongo membantahnya. Inilah buku pertama yang mengungkap Wali Songo sebagai
fakta sejarah.
Belum
lama ini, tepatnya pada 23 Juni 2012 telah terbit buku Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali
Songo sebagai Fakta Sejarah. “Membaca buku Atlas Wali Songo, kita mendapatkan
bukti-bukti historis yang meyakinkan tentang sejarah Wali Songo yang sangat
kita hormati itu, sehingga tingkat kredibilitas dan validitasnya lebih tinggi. Dengan
demikian kehadiran Wali Songo tidak lagi ditempatkan dalam pinggiran sejarah sebagaimana
terjadi selama ini,” kata Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA dalam kata pengantar
buku Atlas Wali Songo.
“Dalam
membaca sejarah Wali Songo, selama ini kita selalu terombang-ambing antara
mitos dan fakta. Akibatnya, ketika menyampaikannya, kita merasa kurang yakin. Tetapi,
dengan memperoleh pijakan historis yang kuat seperti buku ini, kita akan lebih
yakin untuk menyebarkannya. Dengan bukti historis yang ada, mereka akan mudah
dan mau memahami perjuangan Wali Songo sebagai perintis penyebaran Islam di
Nusantara,” kata Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA melanjutkan pengantarnya.
Agus
Sunyoto, penulis buku, seorang sejarawan Islam Nusantara yang pandai dalam membaca
dan menafsirkan kitab kuning dan sejarah Jawa kuno, benar-benar bisa
menunjukkan dengan sangat meyakinkan sejarah dan sosok Wali Songo. Dengan pendekatan multidisiplin: historis;
arkeologi; aetiologis; etno-historis, dan kajian budaya, sejarah dan sosok Wali
Songo dapat tersaji secara ilmiah, jauh dari sekadar mitos belaka.
Saya sangat beruntung menjadi bagian dari pembuatan buku
ini. Pertengahan bulan
desember 2011 lalu, Saya bersama dengan tim dari penerbit Pustaka IIMaN dan Trans
Pustaka yang menerbitkan buku ini melakukan riset pengambilan gambar
situs-situs makam Wali Songo dan makam-makam yang lain seperti makam Syaikh
Quro’, Syaikh Siti Jenar, Maulana Malik Ibrahim, Fatimah Binti Maimun, dan
lainnya.
Pengambilan gambar dimulai dari
karawang di makan Syaikh Quro’, kemudian berlanjut menyusuri jalur pantai utara.
Sungguh sebuah perjalanan yang sangat amat melelahkan selama hampir dua minggu
berlangsung. Apalagi Saya sebagai fotografernya, saat itu setiap hari bisa
memotret lebih dari tiga situs, berpindah dari satu kota ke kota selanjutnya,
tidak menghiraukan siang atau malam. Namun, semua itu rasanya bisa terobati
setelah terbitnya buku Atlas Wali Songo. Jika
teman-teman nanti membuka halaman copyrights-nya,
tertulis Imam FR Kusumaningati sebagai fotografernya lho..hehehe.
Pada akhirnya, buku Atlas Wali Songo sangat penting untuk dibaca oleh siapa saja
sebagai sumber referensi ilmiah tentang Wali Songo. Apalagi bagi para
akademisi, mubaligh, budayawan, sejarawan, dan aktivis sosial yang akan terus
mengkaji, menelaah, dan menyampaikan perihal Wali Songo kepada masyarakat luas.
Saturday, August 11, 2012
Antara Jurnalis Warga dan Jurnalis Profesional
Jurnalis? Apa yang terbayang di pikiran dan apa yang
menancap dalam benak ketika mendengarnya. Prestisius, bergengsi, hebat, pintar,
cerdas, sedikit menakutkan, mungkin begitu.
Namun misalkan kata Jurnalis itu dibelakangnya dibubuhi
dengan satu kata lagi, yaitu kata warga. Sehingga jika digabung menjadi “Jurnalis
Warga”. Sekarang apa yang terbayang di pikiran dan apa yang menancap dalam
benak ketika mendengarnya? Pikiran dan benak kita pasti memiliki jawaban masing-masing.
Silahkan dishare bayangan dan tancapan apa yang anda alami dikolom komentar.
![]() |
| Sumber foto: http://alul-cholil.blogspot.com/2012/05/citizen-journalist-enam-sifat-yang.html |
Mengisi kolom komentar, tanpa anda sadari sebenarnya anda
sudah menjadi apa yang disebut jurnalis warga itu. Karena
kolom komentar itu merupakan salah satu dari bentuk jurnalisme warga (Citizen Journalism). Steve Outing, seorang editor senior
The Poynter Institute for Media Studies dalam tulisannya berjudul The 11
Layers of Citizen Journalism yang
diterbitkan pada tahun 2005, menjelaskan bahwa salah satu dari bentuk jurnalisme
warga adalah situs yang membuka komentar untuk berita yang ditulis oleh
jurnalis professional - Opening Up to Public Comment.
Baik, kedengarannya memang sedikit tabu untuk saat
ini. Seolah sebuah profesi berlabel “jurnalis” yang dianggap sakral itu menjadi
begitu mudah. Padahal, secara nyata memperoleh label profesi “jurnalis” itu perlu
menempuh pendidikan dengan perjuangan dan pengorbanan yang panjang.
Yah, memang begitu untuk label
“jurnalis profesional” – sulit dan tidak mudah, namun tidak halnya untuk
“jurnalis warga”. Karena jurnalis warga dalam konsep jurnalisme warga dasarnya
adalah berbagi. Berbagi apa yang diketahui atas sebuah informasi. Tentu
informasi yang dimaksud bukanlah sekadar curahan hati belaka, melainkan
informasi yang penting untuk diketahui oleh publik. Makanya menjadi jurnalis
warga itu mudah dan bisa dilakukan oleh setiap warga, oleh siapa saja.
Berbeda halnya oleh jurnalis
profesional yang bekerja di maisntream
media. Banyak standar yang harus ditaati dan dilaksanakan. Bahkan sebelum
melakukan liputan, sudah ada memo dari redaktur seolah menjadi kartu pesanan
untuk sebuah hasil liputan berita. Karena sebenarnya yang dilakukan oleh
jurnalis profesional adalah sebuah penugasan.
Clyde H. Bentley guru besar
madya Sekolah Tinggi Jurnalistik Missouri AS, menjelaskan perbedaan nyata
antara jurnalis warga dan jurnalis profesional adalah seorang jurnalis warga
menuliskan pandangannya atas suatu peristiwa karena didorong oleh keinginan
untuk membagi apa yang dilihat dan diketahuinya. Sementara jurnalis profesional
yang bekerja di media massa, melakukan liputan karena penugasan.
Dari pandangan itu, terlihat
dengan jelas bahwa sebenarnya bentuk dasar peliputan yang dilakukan jurnalis
warga adalah to share dan yang
dilakukan jurnalis profesional adalah to
cover. Antara jurnalis warga – to share dan jurnalis professional – to cover, dalam hal peliputan, bentuk inilah yang membedakan secara
nyata, jelas, dan gamblang.
Thursday, August 9, 2012
Blog Sekadar tigabelase.com Menjadi Pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 kategori SILVER Periode Juli
Sekali lagi terima kasih banyak teman-teman yang telah menginspirasi,
memotivasi, dan sekaligus mendo’akan, blog sekadar tigabelase.com terpilih
sebagai pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 kategori SILVER
Periode Juli. Kemenangan ini merupakan rangkaian dari kemenangan sebelumnya,
setelah tigabelase.com mendapatkan penghargaan di kategori BRONZE di ISBA 2012
sesi 8.
Semua ini sungguh tidak disangka-sangka. Betapa kagetnya Saya ketika seminggu
yang lalu mendapatkan email dari ISBA 2012. Berikut ini pengumuman pemenangnya
yang diumumkan melalui website Internet Sehat di http://ictwatch.com/internetsehat/2012/08/02/isba-2012-pemenang-blog-award-silver-periode-juli/
………………………………
Terhitung
sudah tiga bulan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 digelar.
Untuk periode Juli, kami telah memilih tiga pemenang bulanan.Berikut ini adalah
blog yang layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2012 kategori SILVER,
periode Juli.
Kategori SILVER
dipilih dari para pemenang ISBA kategori BRONZE periode terkait. Keputusan atas
blog terpilih tersebut adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat. Tidak ada
korespondensi dalam bentuk apapun terkait dengan keputusan atas pemilihan blog
tersebut.
Hadiah
Bagi pemenang
kategori SILVER, masing-masing berhak mendapatkan hadiah sebagai berikut:
- Satu (1) buah USB Internet Modem
- Satu (1) buah DVD Linimas(s)a, film dokumenter tentang gerakan social media di Indonesia
- Satu (1) buah USB Internet Modem
- Satu (1) buah DVD Linimas(s)a, film dokumenter tentang gerakan social media di Indonesia
Selamat
ya buat para pemenang!
Internet Sehat Blog & Content
Award (ISBA) 2012 adalah sebuah penghargaan sepanjang
tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai
jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang
dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya
dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat
memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang
positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di
Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya
konten-konten lokal yang bermanfaat sehingga semakin banyak generasi muda
Indonesia yang aktif menulis.
ISBA
2012 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com),
dan didukung olehXL
Axiata (www.xl.co.id), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa
Internet Indonesia), PANDI(Pengelola
Nama Domain Internet Indonesia). Media partner: detikINET(www.detikinet.com) dan Kompas
Tekno (www.tekno.kompas.com).
Ingin
seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com
………………………………
Mendapatkan penghargaan ini,
berarti juga mengemban tanggung jawab untuk selalu bisa menghasilkan konten
blog yang bermutu, orisinil, bukan sekadar copy-paste. Semoga Saya bisa
konsisten berbagi yang meski hanya sekadar. Buat teman-teman blogger yang lain
semoga bisa menyusul mendapatkan penghargaannya.
Wednesday, August 1, 2012
15 Lokasi Mudik Bareng Gratis di Jakarta
Sorot matahari yang menerobos dari jendela kamar pagi ini
ternyata ikut menghangatkan ingatan pada mudik lebaran yang pernah Saya lakukan.
Selama empat tahun sudah tinggal di Jakarta, dua kali Saya pernah mengalami
mudik lebaran yang sangat menantang. Dan ditahun kelima ini sepertinya Saya
akan kembali merasakan tantangan mudik lebaran lagi untuk ketiga kalinya.
Beruntungnya dua kali mudik lebaran kemarin Saya bisa sampai
di kampung halaman dengan gratis, begitu juga mudik lebaran tahun ini Saya
sudah terdaftar ke sebuah instansi yang mengadakan mudik gratis. Hemm..siapa
yang tidak mau dengan sesuatu yang gratis, he. Nah, karena itu berikut ini ada
informasi 15 Lokasi Mudik
Bareng Gratis di Jakarta yang
dilansir oleh detikRamadan dari Kabag
Penum Mabes Polri Kombes Agus Rianto kepada detikcom, Selasa (31/7/2012).
1. Mudik Bareng
Sido Muncul
Berangkat: Minggu
(12/8) Pukul 09.00
Lokasi: Area Parkir
Barat PRJ Kemayoran, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 11.000 orang/189 bus
Tujuan: Kuningan,
Cirebon, Tegal, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Banjarnegara
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
2. Mudik Bareng PT Jasa Raharja
Berangkat: Senin
(13/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir
Timur Senayan Blok Selatan, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 12.000 orang/210 bus
Tujuan: Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
3. Mudik Bareng Kantor Perwakilan Jawa Tengah
Berangkat: Senin
(13/8) Pukul 10.00
Lokasi: Museum
Purna Bhakti Pertiwi TMII, Jaktim
Jumlah
Penumpang/Bus: 10.260 orang/190 bus
Syarat: KTP (asli
dan Fotokopi)
4. Mudik Bareng PT Astra Honda Motor
Berangkat: Selasa
(14/8) Pukul 05.00
Lokasi: Kantor
Astra Honda Motor Sunter, Jakut
Jumlah Motor/Bus:
1.250 Motor diangkut truk/26 Bus angkut penumpang
Tujuan: Kota-kota
di Pulau Jawa
Syarat: KTP dan
STNK (Asli dan Fotokopi)
5. Mudik Bareng Bank BRI
Berangkat: Selasa
(14/8) Pukul 10.00
Lokasi: Plaza Utara
Senayan, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 3.068 orang/52 bus
Tujuan: Yogyakarta,
Semarang, Malang, Surabaya, Wonogiri
Syarat: KTP dan
Buku Tabungan (Asli dan Fotokopi)
6. Mudik Bareng PT Petro Jaya Board
Berangkat: Rabu
(15/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir
Timur Senayan, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 1.560 orang/30 bus
Tujuan: Tegal,
Purwokerto, Solo, Yogyakarta
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
7. Mudik Bareng PT Yamaha Motor Manufacturing
Indonesia
Berangkat: Rabu
(15/8) Pukul 08.30
Lokasi: Cempaka
Putih, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 500 orang/10 bus
Tujuan: Yogyakarta,
Semarang
Syarat: KTP dan
STNK (Asli dan Fotokopi)
8. Mudik Bareng PT Carrefour
Berangkat: Rabu
(15/8) Pukul 09.00
Lokasi: Plaza
Senayan, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 5.000 orang/100 bus
Tujuan: Jawa
Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
9. Mudik Bareng PT Telkom Group
Berangkat: Kamis
(16/8) Pukul 06.00
Lokasi: PRJ
Kemayoran, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 2.500 orang/65 bus
Tujuan: Yogyakarta,
Semarang, Surabaya
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
10. Mudik Bareng Semen Holcim
Berangkat: Kamis
(16/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir
Timur Senayan, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 3.500 orang/100 bus
Tujuan: Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
11. Mudik Bareng PT Indosat
Berangkat: Kamis
(16/8) Pukul 08.00
Lokasi: Pondok
Indah, Jaksel
Jumlah
Penumpang/Bus: 1.000 orang/18 bus, 20 Mobil Pribadi
Tujuan: Kota-kota
di Jawa Tengah
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
12. Mudik Bareng PT Giant Hypermart
Berangkat: Kamis
(16/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir
Timur Senayan, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 11.000 orang/200 bus
Tujuan: Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
13. Mudik Bareng Bank BNI
Berangkat: Kamis
(16/8) Pukul 10.00
Lokasi: Stasiun
Gambir, Jakpus
Jumlah Penumpang:
400 orang
Tujuan: Solo
Syarat: KTP dan
Buku Tabungan (Asli dan Fotokopi)
14. Mudik Bareng PT Pertamina
Berangkat: Kamis
(16/8) Pukul 10.00
Lokasi: Silang
Monas Barat Daya (Lap.IRTI), Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 3.000 orang/57 bus
Tujuan: Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur.
Syarat: KTP (Asli
dan Fotokopi)
15. Mudik Bareng PT Wahana Makmur Sejati
Berangkat: Kamis
(16/8) Pukul 16.00
Lokasi: Lapangan
Parkir Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakpus
Jumlah
Penumpang/Bus: 1.500 orang/50 bus
Tujuan: Yogyakarta,
Sumedang, Surabaya
Syarat: KTP dan
STNK (Asli dan Fotokopi)
Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman yang hendak
mudik lebaran. Silakan ditelusuri lebih lanjut informasi pendaftarannya.
Selamat mudik lebaran, semoga selamat sampai tujuan.
Subscribe to:
Comments (Atom)
















