Mengenal Massa dan Jurnalisme Warga Melalui akumassa

akumassa mengejawentahkan bagaimana aku melebur dengan massa...

Jurnalisme Warga dan Nadia Abdullah Jurnalis Warga Revolusioner

Sungguh terenyuh hati ini menyimak perjuangan Nadia Abdullah jurnalis warga revolusioner, penduduk muda Sana’a Yaman...

Resensi Buku "Jadi Jurnalis Itu Gampang!!!" oleh Omjay

Senang sekali mendapatkan kiriman 2 buah buku karya Imam FR Kusumaningati...

Ini Soal YouTube, Lebih Dari Sekadar Untuk Narsis

Setelah Sinta dan Jojo, Udin Sedunia, dan Briptu Norman Kamaru yang belakangan menjadi ngetop...

Citizen Journalism dan Metamorfosis Media

Metamorfosis Media membawa sebuah penyajian berita tidak lagi menjadi eksklusif milik wartawan...

Tuesday, December 4, 2012

Bentuk-bentuk Citizen Journalism

Teman-teman pembaca, blogger, dan para citizen Journalist!. Setelah membaca tulisan Steve Outing, seorang editor senior The Poynter Institute for Media Studies berjudul The 11 Layers of Citizen Journalism yang diterbitkan tahun 2005. Jadi begini, menurut Steve Outing bentuk-bentuk Citizen Journalism itu dibagi ke dalam 11 bentuk, yaitu:

1. Opening Up to Public Comment
Situs di internet menyediakan tempat (kolom) komentar dari publik. Pembaca diperbolehkan untuk bereaksi, mengkritik, memuji, atau memberi tambahan ke dalam berita yang ditulis oleh jurnalis profesional dalam kolom tersebut.
2. The Citizen Add-On Reporter
Menambahkan pendapat warga sebagai bagian berita yang ditulis oleh jurnalis profesional. Warga diminta menuliskan pengalamannya yang berkaitan dengan berita tersebut.

3. Open-Source Reporting
Sebuah bentuk kolaborasi liputan dengan sumber terbuka, di mana jurnalis profesional bekerja sama dengan pembaca yang memiliki pengetahuan tentang suatu masalah yang sedang terjadi, saling melengkapi dalam menghasilkan sebuah berita yang akurat. Berita tetap ditulis oleh reporter profesional.
4. The Citizen Bloghouse
Bloghouse warga, yaitu blog-blog gratis yang bisa dimiliki oleh setiap orang, yang kemudian dapat digunakan untuk menuangkan cerita maupun gagasan kepada khalayak umum di seluruh penjuru dunia.
5. Newsroom Citizen ‘Transparency’ Blogs
Sebuah blog yang dimiliki oleh sebuah organisasi media sebagai bentuk transparansi dan komunikasi dengan pembacanya. Keluhan, kritik, atau pujian terhadap apa yang ditampilkan organisasi media tersebut dapat disampaikan di sini.
6. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Edited Version
Laporan berita dari warga dengan melalui proses penyuntingan. Berita yang masuk melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, dengan tetap mempertahankan keaslian tulisan.
7. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Unedited version
Laporan berita dari warga pada sebuah situs, tanpa melalui proses penyuntingan. Dalam versi ini, berita bisa langsung muncul seketika setelah diposting.
8. Add a Print Edition
Merupakan gabungan dari The stand-alone citizen-journalism site dengan edisi cetak.
9. The Hybrid: Pro + Citizen Journalism
Penggabungan jurnalis profesional dengan jurnalis warga. Berita dari jurnalis profesional diperlakukan sama dengan berita dari jurnalis warga.
10. Integrating Citizen and Pro Journalism Under One Roof
Penggabungan jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Menggunakan jurnalis profesional, namun juga menerima tulisan dari jurnalis warga.
11. Wiki Journalism: Where the Readers are Editors
Jurnalisme Wiki adalah model jurnalisme yang menempatkan pembaca sebagai penyunting. Setiap orang bisa menulis, menyunting, maupun memberi komentar pada tulisan. Model jurnalisme ini dipopulerkan oleh Wikipedia.


Bloghouse warga, adalah beragam jenis blog yang sekarang banyak dimiliki setiap orang. Penyedia layanannya juga beragam, seperti blogger.com, multiply.com, wordpress.com, dan lainnya. Bahkan, setiap orang bisa memiliki lebih dari satu blog. Nah, berapakah blog yang Anda miliki?..he.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua blog bisa masuk dalam kategori citizen journalism. Kenapa? Karena banyak sekali blog yang hanya berisi curhat-curhat si pemilik blog. Blog baru bisa disebut sebagai produk dari citizen journalism apabila dalam blog tersebut membahas sebuah topik tertentu yang sedang hangat dan terjadi interaksi publik. 

Selain blog ada juga situs yang menerima laporan warga, namun masih melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, baru kemudian bisa ditayangkan dalam situs tersebut. Salah satunya adalah kanal citizen journalism di liputan6.com. Berita dikirimkan terlebih dahulu ke alamat redaksi citizen6.liputan6.com, setelah redaksi melakukan penyuntingan, baru tulisan ditayangkan. Sistem seperti ini, bermaksud untuk menjaga keakuratan informasi dan kredibilitas media.

Situs citizen journalism yang langsung bisa memunculkan artikel setelah diposting adalah seperti kompasiana.com. Dalam hal ini redaksi hanya berperan memoderasi atau melakukan pengawasan semata terhadap informasi yang di posting. Apabila terdapat unsur SARA, pencemaran nama baik, atau yang lainnya, redaksi berhak untuk menghapus tulisan tersebut dari situs.

Sementara itu, bentuk hybrid journalism, yaitu penggabungan antara jurnalis profesional dengan jurnalis warga, dapat dilihat pada situs berita Korea Selatan, ohmynews.com. Sejak berdirinya pada tahun 2000, situs ini telah menggunakan konsep hybrid journalism. Terry Flew and Jason Wilson (2008) menjelaskan OhmyNews dikenal sebagi situs pelopor citizen journalism yang paling populer di dunia. Saat ini memiliki 60.000 citizen journalist yang tersebar di seleruh dunia dengan 60 jurnalis tetap dan penyunting. Dalam bahasa Korea, OhmyNews memiliki lebih dari 750.000 pengunjung setiap hari. OhmyNews juga tersedia dalam versi bahasa Inggris dengan OhmyNews International.

Model Wiki Journalism adalah seperti wikipedia.org atau wikimu.com. Di sini siapa saja bisa menulis apa saja, menyunting tulisan yang sudah diposting sebelumnya oleh penulis lain, atau hanya sekadar memberi komentar. Namun partisipasi warga di sini nampaknya masih kalah dengan situs citizen journalism lainnya. Karena model wiki lebih populernya justru sebagai situs untuk mencari referensi. Jadi sering kali orang membukanya untuk mencari referensi, bukan untuk memposting tulisan.

Sekian teman-teman, semoga tulisan ini bermanfaat. Pembahasan lebih detail berkaitan dengan bentuk-bentuk Citizen Journalism, saya bahas dalam buku citizen journalism berjudul Jadi Jurnalis Itu Gampang!!! Buku pertama saya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Tuesday, November 20, 2012

Blog Sebagai Media Citizen Journalism

"Blog adalah simbol dari apa yang hebat tentang Internet." (Cameron Barret).


Blog, blog, sekali lagi blog, saya yakin ini bukan kata yang asing didengar. Terlepas Anda punya atau tidak punya blog. Mungkin Anda mengenalnya dari sebuah obrolan dengan teman, membaca dari artikel di majalah, koran, atau situs yang kebetulan terdapat kata blog, atau Anda terpaksa mengenal dan harus membuatnya karena tugas wajib dari dosen atau guru TIK?

Blog Sebagai Media Citizen Journalism
Teman-teman, penggunaan blog awalnya hanya sekadar untuk memenuhi kepuasan diri. Namun, akhirnya berkembang menjadi aktivitas rutin untuk saling bertukar informasi di kalangan blogger. Menyadari besarnya potensi blog untuk menjalin komunikasi secara lebih luas, maka motivasi para blogger akhirnya mengalami perubahan dari orientasi pemuasan diri, kemudian berkembang ke arah fungsi sosial yang lebih luas dengan cara saling melakukan tukar menukar informasi. Aktivitas inilah yang menjadi awal berkembangnya citizen journalism di blog. Perubahan fungsi itu terjadi karena keberadaan blog didukung oleh infrastruktur yang memungkinkan adanya interkoneksi antar blog dalam cakupan global.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Steve Outing dalam 11 bentuk citizen journalism, blog adalah termasuk salah satunya, yaitu the citizen bloghouse: bloghouse warga. Namun, tidak semua blog masuk dalam kategori produk citizen journalism. Nah, bagaimanakah blog yang masuk dalam kategori tersebut? Menurut Lewis Friedland dan Nakho Kim (2009), blog-blog dan situs forum bisa disebut sebagai produk citizen journalism apabila terjadi interaksi publik, termasuk situs yang dikelola bersama, yang banyak dipakai untuk mendiskusikan sebuah topik spesifik. Nah, jadi apabila Anda ingin blog Anda dikategorikan sebagai produk citizen journalism, pastikan blog Anda memenuhi kriteria tersebut.

Kekurangan dan Kelebihan Blog untuk Citizen Journalism
Menggunakan blog sebagai media citizen journalism tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan penggunaan situs jejaring sosial.

Di blog tidak ada batasan karakter kata, jadi Anda bisa bebas menulis panjang mungkin. Sedangkan di Twitter terbatas hanya bisa menulis hingga 140 karakter, namun ketika menulis singkat di Facebook atau Twitter, tulisan tersebut akan langsung bisa dibaca secara otomatis oleh mereka yang termasuk ke dalam lingkup pertemanan Anda.

Sementara itu, di blog, tulisan tidak bisa secara otomatis terpublikasi secara luas. Maka setelah memposting di blog, masih harus mempublikasikan tulisan yang Anda posting. Pertanyaannya sekarang, Anda mau pilih yang mana? Hehehe.

Mempublikasikan Blog
Jika Anda akhirnya memilih untuk ber-citizen journalism dengan menggunakan blog, maka Anda masih harus melakukan publikasi secara mandiri. Tapi tenang saja, ada beberapa cara jitu untuk mempublikasikan blog Anda secara mandiri.

Cara pertama untuk mempromosikan blog yang Anda miliki adalah dengan blogwalking. Maksud dari blogwalking adalah berjalan-jalan di dunia maya mengunjungi blog orang lain, kemudian memberi komentar pada sebuah postingan, sekaligus meninggalkan tautan alamat blog Anda.

Cara kedua untuk mempromosikan blog secara mandiri adalah dengan bergabung dengan komunitas blogger. Komunitas blogger biasanya terbentuk karena berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Misalkan blog Anda merupakan blog yang berkaitan dengan hobi fotografi, maka bergabunglah dengan komunitas blogger fotografi.

Namun, dari kedua cara tersebut di atas, menurut Michael Firewall (2008), cara ketiga untuk mempromosikan blog, sekaligus cara yang paling jitu adalah dengan mendaftarkan blog ke situs direktori blog. Supaya blog mudah ditemukan melalui mesin pencari seperti Google atau Yahoo. Anda bisa mendaftarkan blog Anda ke situs direktori blog seperti technorati.com, feedburner.com, atau blogdigger.com

Teman-teman, semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Salam Jurnalisme Warga!!!

Thursday, November 8, 2012

Mengkritisi Pemukulan Wartawan di Riau dari Sudut Pandang Jurnalisme Warga

Belum lama ini kembali lagi terjadi pemukulan terhadap seorang wartawan yang hendak meliput. Sudah kita ketahui bersama kabar tentang peristiwa ini, karena hal ini juga sudah banyak diberitakan oleh berbagai media nasional maupun lokal, online maupun cetak.
Sumber foto: www.tribunnews.com
Seorang wartawan yang hendak meliput jatuhnya kecelakaan pesawat Hawk 200 yang jatuh di permukiman penduduk di Pandau, Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10) dipukuli oleh personel TNI Angkatan Udara (AU) yang sedang berada dilokasi kejadian. Disini saya menilai peristiwa ini dari kejauhan, karena saya bukanlah orang yang berada dilokasi saat peristiwa terjadi. Namun melihat dari tayangan berita di televisi, pemukulan wartawan oleh aparat TNI AU tersebut terjadi dengan brutal.

Saya melihat peristiwa ini dari sudut pandang Jurnalisme Warga. Jadi saya lebih menggaris bawahi pada pernyataan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Azman Yunus di Jakarta, Selasa (16/10) dalam konferensi pers yang dilakukannya dan ditayangkan oleh Metro TV tidak lama setelah peristiwa pemukulan terjadi. Menyimak pemaparannya pada intinya Marsma meminta maaf, dan sempat mengatakan bahwa “ada juga dugaan bahwa orang-orang yang datang mengambil gambar tidak semuanya wartawan. Sebab, kalau wartawan yang bertugas di Pekanbaru, pihak Lanud sangat mengenal.” ungkapnya.

Lantas timbul pertanyaan, apakah yang bukan wartawan (red: warga) tidak boleh meliput peristiwa tersebut? Sebagai warga biasa dengan adanya konsep Jurnalisme Warga atau Citizen Journalism setiap warga bisa melakukan kegiatan jurnalisme (meliput, mengolah, dan menyebarkan informasi atau berita). Kejadian itu terjadi dipemukiman warga, terjadi di ruang publik, jadi siapa saja berhak untuk meliputnya. Hanya dalih belaka menurut saya sebagian alasan dari pemukulan wartawan tersebut karena adanya warga yang ikut meliput. Sejujurnya itu hanya karena tidak ingin peristiwa tersebut terlalu terekspos oleh media.

Masalah keamanan atas kekhawatiran meledaknya pesawat, lantas kemudian personel TNI AU bermaksud untuk menjauhkan warga dan wartawan dari lokasi kejadian, setidaknya bisa dilakukan dengan baik-baik, tidak harus dengan cara pemukulan. Kembali saya menyayangkan pernyataan Marsma yang menjadikan warga sebagai tameng atau alasan atas terjadinya pemukulan tersebut, padahal sejatinya warga pun juga berhak untuk meliput sebuah peristiwa.

Perlu diapresiasi, dalam grup Facebook “Komunitas Citizen Journalist Indonesia”, saya mendapatkan tautan dari akun Facebook “Sekretariat Ppwi”, dengan statusnya bahwa “PPWI Nasional menyampaikan keberatan atas perlakuan pihak TNI-AU terhadap warga masyarakat (termasuk wartawan) yang berupaya mengumpulkan informasi atau data tentang bencana jatuhnya pesawat AU di Pekanbaru, Riau. Pesawat perang itu adalah milik rakyat, sehingga setiap WNI berhak mengetahui apa yg terjadi.”

Pemukulan atau penganiayaan terhadap wartawan atau warga masyarakat yang hendak meliput tidak boleh terulang lagi. Para stakeholder pemerintahan, lembaga-lembaga negara, institusi dan instansi, harusnya juga menyadari bahwa saat ini bukan hanya wartawan yang dapat meliput berita, namun warga biasa juga bisa ikut berpartisipasi aktif meliput dan mengabarkan suatu peristiwa. Warga kini bukan lagi hanya menjadi objek pemberitaan, namun juga bisa menjadi objek sekaligus subjek dari sebuah berita.

Tuesday, October 2, 2012

NGANDROID: Hidup Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Android

Salam sejahtera untuk teman-teman semuanya. Semoga semua dalam kondisi sehat senantiasa..amin.

Teman-teman, maaf sebelumnya jika sudah satu bulan blog ini sepi, sunyi, setengah mati mungkin, karena tidak ada postingan baru. Semua itu karena Saya sedang fokus mengerjakan skripsi dan mengurus proses penerbitan buku kedua.

Nah, dipostingan perdana setelah kesunyian menyapa..he. Izinkan Saya berbagi informasi tentang buku NGANDROID. Inilah buku kedua Saya yang akan segera beredar (edit: "sekarang sudah beredar lho..") di toko-toko buku seluruh Indonesia, khususnya toko buku Gramedia. Berikut ini identitas bukunya.

Judul:
NGANDROID: Hidup Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Android

Penulis:
Imam FR Kusumaningati

Penerbit:
Elex Media Komputindo

Harga:
33.800  

Kover 


Sinopsis

Saat ini, sistem operasi Android sudah mulai menguasai pasar internasional, mengalahkan teknologi system operasi handphone lainnya. Bahkan Google memprediksi pada tahun 2024, setiap orang di bumi ini setidaknya akan memiliki satu perangkat Android di saku mereka, wow!

Android juga membuat hidup ini semakin mudah mengasyikkan loh. Dengan kecanggihan Android, bisa memudahkan Anda untuk menyelesaikan keperluan sehari-hari. Misalkan, mengetes kesehatan saja kini sudah bisa Anda lakukan cukup menggunakan Android. Apalagi kalau bicara soal game, sudah banyak, gratis pula! Jika boleh diibaratkan, Android merupakan “surganya” para gamers. Kenapa? Sudah jelas, puluhan ribu game di Android bisa Anda download dan mainkan dengan gratis. Kalau Anda bosan, tinggal download lagi, bosan lagi, ya download lagi.

Nah, mengupas kecanggihan Android, buku ini membahas aplikasi-aplikasi yang dapat memudahkan keperluan sehari-hari Anda, mulai dari keperluan kesehatan, pembayaran, transportasi, berjejaring sosial, berkomunikasi, belajar agama, dan lainnya. Dalam buku ini juga terdapat daftar game-game asyik menggelitik Android. Tidak lupa, untuk memudahkan Anda mengoperasikan Android, disertakan pula tip-tip dasar menggunakan Android.

................................................................
Terima kasih banyak teman-teman atas kesempatan berbagi informasi ini. Semoga kelak buku NGANDROID bisa bermanfaat sebagai panduan menggunakan Android untuk memudahkan mengerjakan keperluan sehari-hari.

Sunday, August 19, 2012

Blog Sekadar tigabelase.com Mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1433 H

Hari Raya telah tiba, tigabelase.com mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Iedul Fitri 1433 H, mohon maaf lahir dan batin.
Suasana Shalat Iedul Fitri 1432 H di Lapangan Desa Pasung, Wedi, Klaten.
Selamat berkumpul bersama keluarga masing-masing, silaturahmi, bernostalgia, bertemu teman lama, menghidupkan cerita-cerita lama yang bersemi kembali. Bagi yang pulang ke kampung halaman, selamat sejenak menikmati kesejukan aroma, keindahan, kebersamaan, kemesraan, dan ketenangan khas cita rasa desa. Merdesa!

Monday, August 13, 2012

Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo sebagai Fakta Sejarah

Jika selama ini Wali Songo masih dianggap kisah fiktif atau mitos, buku Atlas Walisongo membantahnya. Inilah buku pertama yang mengungkap Wali Songo sebagai fakta sejarah.


Belum lama ini, tepatnya pada 23 Juni 2012 telah terbit buku Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo sebagai Fakta Sejarah. “Membaca buku Atlas Wali Songo, kita mendapatkan bukti-bukti historis yang meyakinkan tentang sejarah Wali Songo yang sangat kita hormati itu, sehingga tingkat kredibilitas dan validitasnya lebih tinggi. Dengan demikian kehadiran Wali Songo tidak lagi ditempatkan dalam pinggiran sejarah sebagaimana terjadi selama ini,” kata Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA dalam kata pengantar buku Atlas Wali Songo.

“Dalam membaca sejarah Wali Songo, selama ini kita selalu terombang-ambing antara mitos dan fakta. Akibatnya, ketika menyampaikannya, kita merasa kurang yakin. Tetapi, dengan memperoleh pijakan historis yang kuat seperti buku ini, kita akan lebih yakin untuk menyebarkannya. Dengan bukti historis yang ada, mereka akan mudah dan mau memahami perjuangan Wali Songo sebagai perintis penyebaran Islam di Nusantara,” kata Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA melanjutkan pengantarnya.

Agus Sunyoto, penulis buku, seorang sejarawan Islam Nusantara yang pandai dalam membaca dan menafsirkan kitab kuning dan sejarah Jawa kuno, benar-benar bisa menunjukkan dengan sangat meyakinkan sejarah dan sosok Wali Songo. Dengan pendekatan multidisiplin: historis; arkeologi; aetiologis; etno-historis, dan kajian budaya, sejarah dan sosok Wali Songo dapat tersaji secara ilmiah, jauh dari sekadar mitos belaka.  

Saya sangat beruntung menjadi bagian dari pembuatan buku ini. Pertengahan bulan desember 2011 lalu, Saya bersama dengan tim dari penerbit Pustaka IIMaN dan Trans Pustaka yang menerbitkan buku ini melakukan riset pengambilan gambar situs-situs makam Wali Songo dan makam-makam yang lain seperti makam Syaikh Quro’, Syaikh Siti Jenar, Maulana Malik Ibrahim, Fatimah Binti Maimun, dan lainnya.

Pengambilan gambar dimulai dari karawang di makan Syaikh Quro’, kemudian berlanjut menyusuri jalur pantai utara. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat amat melelahkan selama hampir dua minggu berlangsung. Apalagi Saya sebagai fotografernya, saat itu setiap hari bisa memotret lebih dari tiga situs, berpindah dari satu kota ke kota selanjutnya, tidak menghiraukan siang atau malam. Namun, semua itu rasanya bisa terobati setelah terbitnya buku Atlas Wali Songo. Jika teman-teman nanti membuka halaman copyrights-nya, tertulis Imam FR Kusumaningati sebagai fotografernya lho..hehehe.

Pada akhirnya, buku Atlas Wali Songo sangat penting untuk dibaca oleh siapa saja sebagai sumber referensi ilmiah tentang Wali Songo. Apalagi bagi para akademisi, mubaligh, budayawan, sejarawan, dan aktivis sosial yang akan terus mengkaji, menelaah, dan menyampaikan perihal Wali Songo kepada masyarakat luas.  

Saturday, August 11, 2012

Antara Jurnalis Warga dan Jurnalis Profesional

Jurnalis? Apa yang terbayang di pikiran dan apa yang menancap dalam benak ketika mendengarnya. Prestisius, bergengsi, hebat, pintar, cerdas, sedikit menakutkan, mungkin begitu.

Namun misalkan kata Jurnalis itu dibelakangnya dibubuhi dengan satu kata lagi, yaitu kata warga. Sehingga jika digabung menjadi “Jurnalis Warga”. Sekarang apa yang terbayang di pikiran dan apa yang menancap dalam benak ketika mendengarnya? Pikiran dan benak kita pasti memiliki jawaban masing-masing. Silahkan dishare bayangan dan tancapan apa yang anda alami dikolom komentar.

Sumber foto: http://alul-cholil.blogspot.com/2012/05/citizen-journalist-enam-sifat-yang.html

Mengisi kolom komentar, tanpa anda sadari sebenarnya anda sudah menjadi apa yang disebut jurnalis warga itu. Karena kolom komentar itu merupakan salah satu dari bentuk jurnalisme warga (Citizen Journalism). Steve Outing, seorang editor senior The Poynter Institute for Media Studies dalam tulisannya berjudul The 11 Layers of Citizen Journalism yang diterbitkan pada tahun 2005, menjelaskan bahwa salah satu dari bentuk jurnalisme warga adalah situs yang membuka komentar untuk berita yang ditulis oleh jurnalis professional - Opening Up to Public Comment.

Baik, kedengarannya memang sedikit tabu untuk saat ini. Seolah sebuah profesi berlabel “jurnalis” yang dianggap sakral itu menjadi begitu mudah. Padahal, secara nyata memperoleh label profesi “jurnalis” itu perlu menempuh pendidikan dengan perjuangan dan pengorbanan yang panjang.

Yah, memang begitu untuk label “jurnalis profesional” – sulit dan tidak mudah, namun tidak halnya untuk “jurnalis warga”. Karena jurnalis warga dalam konsep jurnalisme warga dasarnya adalah berbagi. Berbagi apa yang diketahui atas sebuah informasi. Tentu informasi yang dimaksud bukanlah sekadar curahan hati belaka, melainkan informasi yang penting untuk diketahui oleh publik. Makanya menjadi jurnalis warga itu mudah dan bisa dilakukan oleh setiap warga, oleh siapa saja.

Berbeda halnya oleh jurnalis profesional yang bekerja di maisntream media. Banyak standar yang harus ditaati dan dilaksanakan. Bahkan sebelum melakukan liputan, sudah ada memo dari redaktur seolah menjadi kartu pesanan untuk sebuah hasil liputan berita. Karena sebenarnya yang dilakukan oleh jurnalis profesional adalah sebuah penugasan.

Clyde H. Bentley guru besar madya Sekolah Tinggi Jurnalistik Missouri AS, menjelaskan perbedaan nyata antara jurnalis warga dan jurnalis profesional adalah seorang jurnalis warga menuliskan pandangannya atas suatu peristiwa karena didorong oleh keinginan untuk membagi apa yang dilihat dan diketahuinya. Sementara jurnalis profesional yang bekerja di media massa, melakukan liputan karena penugasan.

Dari pandangan itu, terlihat dengan jelas bahwa sebenarnya bentuk dasar peliputan yang dilakukan jurnalis warga adalah to share dan yang dilakukan jurnalis profesional adalah to cover. Antara jurnalis warga – to share dan jurnalis professional – to cover, dalam hal peliputan, bentuk inilah yang membedakan secara nyata, jelas, dan gamblang.

Thursday, August 9, 2012

Blog Sekadar tigabelase.com Menjadi Pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 kategori SILVER Periode Juli

Sekali lagi terima kasih banyak teman-teman yang telah menginspirasi, memotivasi, dan sekaligus mendo’akan, blog sekadar tigabelase.com terpilih sebagai pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 kategori SILVER Periode Juli. Kemenangan ini merupakan rangkaian dari kemenangan sebelumnya, setelah tigabelase.com mendapatkan penghargaan di kategori BRONZE di ISBA 2012 sesi 8.

Semua ini sungguh tidak disangka-sangka. Betapa kagetnya Saya ketika seminggu yang lalu mendapatkan email dari ISBA 2012. Berikut ini pengumuman pemenangnya yang diumumkan melalui website Internet Sehat di http://ictwatch.com/internetsehat/2012/08/02/isba-2012-pemenang-blog-award-silver-periode-juli/

………………………………

Terhitung sudah tiga bulan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 digelar. Untuk periode Juli, kami telah memilih tiga pemenang bulanan.Berikut ini adalah blog yang layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2012 kategori SILVER, periode Juli.
Kategori SILVER dipilih dari para pemenang ISBA kategori BRONZE periode terkait. Keputusan atas blog terpilih tersebut adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat. Tidak ada korespondensi dalam bentuk apapun terkait dengan keputusan atas pemilihan blog tersebut.

Hadiah
Bagi pemenang kategori SILVER, masing-masing berhak mendapatkan hadiah sebagai berikut:
- Satu (1) buah USB Internet Modem
- Satu (1) buah DVD Linimas(s)a, film dokumenter tentang gerakan social media di Indonesia
Selamat ya buat para pemenang!

Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal yang bermanfaat sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis.
ISBA 2012 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), dan didukung olehXL Axiata (www.xl.co.id), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), PANDI(Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Media partner: detikINET(www.detikinet.com) dan Kompas Tekno (www.tekno.kompas.com).
Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com
………………………………

Mendapatkan penghargaan ini, berarti juga mengemban tanggung jawab untuk selalu bisa menghasilkan konten blog yang bermutu, orisinil, bukan sekadar copy-paste. Semoga Saya bisa konsisten berbagi yang meski hanya sekadar. Buat teman-teman blogger yang lain semoga bisa menyusul mendapatkan penghargaannya. 

Wednesday, August 1, 2012

15 Lokasi Mudik Bareng Gratis di Jakarta

Sorot matahari yang menerobos dari jendela kamar pagi ini ternyata ikut menghangatkan ingatan pada mudik lebaran yang pernah Saya lakukan. Selama empat tahun sudah tinggal di Jakarta, dua kali Saya pernah mengalami mudik lebaran yang sangat menantang. Dan ditahun kelima ini sepertinya Saya akan kembali merasakan tantangan mudik lebaran lagi untuk ketiga kalinya.


Beruntungnya dua kali mudik lebaran kemarin Saya bisa sampai di kampung halaman dengan gratis, begitu juga mudik lebaran tahun ini Saya sudah terdaftar ke sebuah instansi yang mengadakan mudik gratis. Hemm..siapa yang tidak mau dengan sesuatu yang gratis, he. Nah, karena itu berikut ini ada informasi 15 Lokasi Mudik Bareng Gratis di Jakarta yang dilansir oleh detikRamadan dari Kabag Penum Mabes Polri Kombes Agus Rianto kepada detikcom, Selasa (31/7/2012).

1. Mudik Bareng Sido Muncul

Berangkat: Minggu (12/8) Pukul 09.00

Lokasi: Area Parkir Barat PRJ Kemayoran, Jakpus

Jumlah Penumpang/Bus: 11.000 orang/189 bus
Tujuan: Kuningan, Cirebon, Tegal, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Banjarnegara
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

2. Mudik Bareng PT Jasa Raharja
Berangkat: Senin (13/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir Timur Senayan Blok Selatan, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 12.000 orang/210 bus
Tujuan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

3. Mudik Bareng Kantor Perwakilan Jawa Tengah
Berangkat: Senin (13/8) Pukul 10.00
Lokasi: Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII, Jaktim
Jumlah Penumpang/Bus: 10.260 orang/190 bus
Syarat: KTP (asli dan Fotokopi)

4. Mudik Bareng PT Astra Honda Motor
Berangkat: Selasa (14/8) Pukul 05.00
Lokasi: Kantor Astra Honda Motor Sunter, Jakut
Jumlah Motor/Bus: 1.250 Motor diangkut truk/26 Bus angkut penumpang
Tujuan: Kota-kota di Pulau Jawa
Syarat: KTP dan STNK (Asli dan Fotokopi)

5. Mudik Bareng Bank BRI
Berangkat: Selasa (14/8) Pukul 10.00
Lokasi: Plaza Utara Senayan, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 3.068 orang/52 bus
Tujuan: Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Wonogiri
Syarat: KTP dan Buku Tabungan (Asli dan Fotokopi)

6. Mudik Bareng PT Petro Jaya Board
Berangkat: Rabu (15/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir Timur Senayan, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 1.560 orang/30 bus
Tujuan: Tegal, Purwokerto, Solo, Yogyakarta
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

7. Mudik Bareng PT Yamaha Motor Manufacturing Indonesia
Berangkat: Rabu (15/8) Pukul 08.30
Lokasi: Cempaka Putih, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 500 orang/10 bus
Tujuan: Yogyakarta, Semarang
Syarat: KTP dan STNK (Asli dan Fotokopi)

8. Mudik Bareng PT Carrefour
Berangkat: Rabu (15/8) Pukul 09.00
Lokasi: Plaza Senayan, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 5.000 orang/100 bus
Tujuan: Jawa Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

9. Mudik Bareng PT Telkom Group
Berangkat: Kamis (16/8) Pukul 06.00
Lokasi: PRJ Kemayoran, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 2.500 orang/65 bus
Tujuan: Yogyakarta, Semarang, Surabaya
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

10. Mudik Bareng Semen Holcim
Berangkat: Kamis (16/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir Timur Senayan, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 3.500 orang/100 bus
Tujuan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

11. Mudik Bareng PT Indosat
Berangkat: Kamis (16/8) Pukul 08.00
Lokasi: Pondok Indah, Jaksel
Jumlah Penumpang/Bus: 1.000 orang/18 bus, 20 Mobil Pribadi
Tujuan: Kota-kota di Jawa Tengah
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

12. Mudik Bareng PT Giant Hypermart
Berangkat: Kamis (16/8) Pukul 08.00
Lokasi: Parkir Timur Senayan, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 11.000 orang/200 bus
Tujuan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

13. Mudik Bareng Bank BNI
Berangkat: Kamis (16/8) Pukul 10.00
Lokasi: Stasiun Gambir, Jakpus
Jumlah Penumpang: 400 orang
Tujuan: Solo
Syarat: KTP dan Buku Tabungan (Asli dan Fotokopi)

14. Mudik Bareng PT Pertamina
Berangkat: Kamis (16/8) Pukul 10.00
Lokasi: Silang Monas Barat Daya (Lap.IRTI), Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 3.000 orang/57 bus
Tujuan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Syarat: KTP (Asli dan Fotokopi)

15. Mudik Bareng PT Wahana Makmur Sejati
Berangkat: Kamis (16/8) Pukul 16.00
Lokasi: Lapangan Parkir Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakpus
Jumlah Penumpang/Bus: 1.500 orang/50 bus
Tujuan: Yogyakarta, Sumedang, Surabaya
Syarat: KTP dan STNK (Asli dan Fotokopi)


Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman yang hendak mudik lebaran. Silakan ditelusuri lebih lanjut informasi pendaftarannya. Selamat mudik lebaran, semoga selamat sampai tujuan.